Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Tentang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang. Tampilkan semua postingan
07.09
Pelantikan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Mahad Aly An-Nuaimy Periode 2014-2015
Bertepatan pada hari rabu tanggal 14
Mei 2014 telah diadakan acara pelantikan BEM An Nuaimy Jakarta masa bakti
2014-2015.Dengan terpilihnya BEM yang baru ini, diharapkan dapat memberi
kontribusi yang lebih baik dalam memimpin dan melaksanakan kegiatan-kegiatan
mahasiswa yang akan dijalankan sesuai program yang telah ada tuk masa yang akan
datang.
“Kami insyaalah
akan memberikan hal yang terbaik dan semaksimal mungkin dalam bekerja.Hal ini
dikarenakan kami telah dipercaya oleh para dosen dan semua mahasiswa untuk mengemban
amanah kepemimpinan di tahun ini”…ujar Solihin Hidayat selaku ketua BEM An
Nuaimy yang sekarang.
Label:
Info Terbaru,
Tentang
03.45
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Hammuna telah dirumuskan dalam Rapat Istimewa Hammuna di jakarta.
(1) Organisasi ini bernama HAMMUNA (HIMPUNAN ALUMNI MA’HAD ’ALY AN-NU’AIMY) dalam bahasa Arab رابطة خريجي المعهد العالي لإعداد الدعاة dalam bahasa Inggris AN-NU’AIMY’S GRADUATES ASSOCIATION, yang selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut Hammuna.
Optimalisasi potensi alumni Ma’had ’Aly An-Nu’aimy dalam mengemban Risalah Dakwah
Pasal 6
1. Mengembangkan kepribadian alumni yang amanah dan profesional
Pasal 7
Anggota Hammuna Adalah alumni Ma’had ’Aly An-Nu’aimy
Struktur organisasi Hammuna terdiri atas:
Dalam hal kepemimpinan pada kepengurusan Hammuna di tingkat pusat dan wilayah tidak dapat meneruskan amanahnya, Majlis Syuro dapat menunjuk pengurus sementara yang melaksanakan tugas.
(1) Musyawarah adalah prinsip dalam pengambilan keputusan yang diselenggarakan oleh struktur Hammuna sesuai dengan lingkup kewenangannya.
(2) Pengambilan Keputusan dilakukan berdasarkan musyawarah untuk mufakat, ijma (aklamasi), atau pemungutan suara (voting).
(3) Jenis-jenis Musyawarah berdasarkan jenjang pengambilan keputusan adalah:
a. Musyawarah Majelis Syura.
b. Musyawarah Pengurus Pusat.
c. Musyawarah Pengurus Wilayah.
Hammuna melakukan hubungan resmi dengan lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga lainnya dalam dan luar negeri sesuai dengan peraturan Hammuna yang berlaku untuk kemaslahatan umat.
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga dan/atau Peraturan Hammuna lainnya.
Anggaran Dasar Hammuna ini ditetapkan dalam Musyawarah Majelis Syura Ke-II pada hari Sabtu, 16 Agustus 2008 M bertepatan dengan 14 Sya’ban 1429 H di Jakarta, dan dinyatakan berlaku sejak ditetapkan.
BAB I
TAFSIR LAMBANG HAMMUNA
Arti Lambang Hammuna
Makna Lambang Hammuna
AD/ART HAMMUNA
Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Hammuna telah dirumuskan dalam Rapat Istimewa Hammuna di jakarta.
ANGGARAN DASAR
Muqaddimah
Ma’had Aly An-Nu’aimy adalah sebuah lembaga pendidikan yang berbasis tarbiyah da’awiyah yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam. Lembaga yang konsen memunculkan para penyeru agama Allah SWT dengan bekal ilmu agama yang selaras dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
Setelah kembalinya para alumni dari tempat pengabdian, dengan semangat kekompakan dan kepedulian Ma’had Aly An-Nu’aimy membentuk sebuah Wadah Alumni dengan harapan dapat menjadi perkumpulan yang bersama berjuang untuk melayani umat dan mengembangkan potensi dakwah yang dimiliki setiap alumni .
Dalam rangka memberi landasan penyelenggaraan dan ketatalaksanaan organisasi, dengan ini Majelis Syura Hammuna menyusun Anggaran Dasar sebagai berikut:
BAB I
NAMA, WAKTU, KEDUDUKAN, DAN ATRIBUT
Pasal 1
Nama dan Waktu Pendirian
(1) Organisasi ini bernama HAMMUNA (HIMPUNAN ALUMNI MA’HAD ’ALY AN-NU’AIMY) dalam bahasa Arab رابطة خريجي المعهد العالي لإعداد الدعاة dalam bahasa Inggris AN-NU’AIMY’S GRADUATES ASSOCIATION, yang selanjutnya dalam Anggaran Dasar ini disebut Hammuna.
(2) Hammuna didirikan di Jakarta pada hari Kamis, tanggal 3 juli 2008 bertepatan dengan.29 Jumadil Akhir 1429 sekaligus pelantikan pengurus pertama masa bakti 2008-2009 oleh Direktur Ma’had Ust. Bakrun Syafi’i, dihadiri Ketua Yayaan Ust. Dr. Idris Abdush-shomad, keluarga besar Hj. Faizah Harhara, Seluruh pengurus ma’had, serta alumni angkatan pertama dan kedua.
Pasal 2
Asas
Hammuna berasaskan Islam.
Pasal 3
Kedudukan
(1) Pusat Hammuna berkedudukan di Ibu Kota Negara Republik Indonesia.
(2) Hammuna membentuk kepengurusan di wilayah untuk memudahkan koordinasi alumni diseluruh Indonesia sesuai dengan peraturan Organisasi.
(2) Hammuna membentuk kepengurusan di wilayah untuk memudahkan koordinasi alumni diseluruh Indonesia sesuai dengan peraturan Organisasi.
Pasal 4
Atribut
Hammuna memiliki atribut berupa lambang dan Lagu/Hymne.
BAB II
VISI, MISI DAN KEGIATAN
VISI, MISI DAN KEGIATAN
Pasal 5
Visi
Optimalisasi potensi alumni Ma’had ’Aly An-Nu’aimy dalam mengemban Risalah Dakwah
Pasal 6
Misi
1. Mengembangkan kepribadian alumni yang amanah dan profesional
2. Memasyarakatkan Risalatul-ma’had dalam segala aspeknya.
3. Menyalurkan alumni Ma’had kelembaga-lembaga pendidikan dan dakwah.
4. Mengorganisir kifrah nyata alumni di masyarakat.
5. Mengupayakan kesejahteraan alumni ma’had.
Pasal 7
Sarana dan Kegiatan
Dalam mewujudkan visi dan misinya Hammuna menggunakan sarana yang tidak bertentangan dengan norma-norma hukum dan kemaslahatan umat.
BAB III
KEANGGOTAAN
KEANGGOTAAN
Pasal 8
Anggota Hammuna Adalah alumni Ma’had ’Aly An-Nu’aimy
BAB IV
STRUKTUR ORGANISASI
STRUKTUR ORGANISASI
Pasal 9
Struktur organisasi Hammuna terdiri atas:
a. Majlelis Kehormatan
b. Majelis Syura;
c. Pengurus Pusat;
1. Ketua
2. Sekretaris
3. Bendahara Umum
4. Koordinator Bidang (Korbid).
5. Koordinator Wilayah (Korwil).
c. Pengurus Pusat;
1. Ketua
2. Sekretaris
3. Bendahara Umum
4. Koordinator Bidang (Korbid).
5. Koordinator Wilayah (Korwil).
6. Koordinator lapangan (Korlap)
BAB V
PERGANTIAN KEPEMIMPINAN DALAM KONDISI KHUSUS
PERGANTIAN KEPEMIMPINAN DALAM KONDISI KHUSUS
Pasal 10
Dalam hal kepemimpinan pada kepengurusan Hammuna di tingkat pusat dan wilayah tidak dapat meneruskan amanahnya, Majlis Syuro dapat menunjuk pengurus sementara yang melaksanakan tugas.
BAB VI
MUSYAWARAH
MUSYAWARAH
Pasal 11
(1) Musyawarah adalah prinsip dalam pengambilan keputusan yang diselenggarakan oleh struktur Hammuna sesuai dengan lingkup kewenangannya.
(2) Pengambilan Keputusan dilakukan berdasarkan musyawarah untuk mufakat, ijma (aklamasi), atau pemungutan suara (voting).
(3) Jenis-jenis Musyawarah berdasarkan jenjang pengambilan keputusan adalah:
a. Musyawarah Majelis Syura.
b. Musyawarah Pengurus Pusat.
c. Musyawarah Pengurus Wilayah.
BAB VII
HUBUNGAN KEORGANISASIAN
HUBUNGAN KEORGANISASIAN
Pasal 12
Hammuna melakukan hubungan resmi dengan lembaga-lembaga pendidikan dan lembaga lainnya dalam dan luar negeri sesuai dengan peraturan Hammuna yang berlaku untuk kemaslahatan umat.
BAB VIII
KEUANGAN
KEUANGAN
Pasal 13
(1) Keuangan Hammuna berasal dari:
a. Iuran Wajib Anggota.
a. Iuran Wajib Anggota.
b. Donatur tetap : Ma’had An-Nu’aimy.
c. Donatur tidak tetap dari perorangan atau lembaga yang halal dan sah serta tidak mengikat.
c. Donatur tidak tetap dari perorangan atau lembaga yang halal dan sah serta tidak mengikat.
BAB IX
KETENTUAN PERALIHAN
KETENTUAN PERALIHAN
Pasal 14
(1) Segala peraturan, struktur organisasi Hammuna yang ada dinyatakan masih tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan dan/atau belum diadakan peraturan yang baru berdasarkan Anggaran Dasar ini.
(2) Seluruh struktur organisasi Hammuna harus sudah sesuai dengan Anggaran Dasar ini paling lambat 10 (sepuluh) bulan setelah Anggaran Dasar ini disahkan.
(2) Seluruh struktur organisasi Hammuna harus sudah sesuai dengan Anggaran Dasar ini paling lambat 10 (sepuluh) bulan setelah Anggaran Dasar ini disahkan.
BAB X
KETENTUAN PENUTUP
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 15
Dalam hal terdapat keadaan yang tidak memungkinkan terlaksananya salah satu dan/atau beberapa ketentuan Anggaran Dasar ini maka ketentuan lebih lanjut ditetapkan dengan Putusan Majelis Syura.
Pasal 16
Hal-hal yang belum diatur dalam Anggaran Dasar ini diatur lebih lanjut dalam Anggaran Rumah Tangga dan/atau Peraturan Hammuna lainnya.
Pasal 17
Anggaran Dasar Hammuna ini ditetapkan dalam Musyawarah Majelis Syura Ke-II pada hari Sabtu, 16 Agustus 2008 M bertepatan dengan 14 Sya’ban 1429 H di Jakarta, dan dinyatakan berlaku sejak ditetapkan.
MAJELIS SYURA HAMMUNA
KETUA,
MISBAHUL MUNIR
ANGGARAN RUMAH TANGGA
BAB I
TAFSIR LAMBANG HAMMUNA
Pasal 1
Arti Lambang Hammuna
Bentuk lambang partai memiliki arti sebagai berikut :
1.
2.
3.
Warna lambang Hammuna memiliki arti sebagai berikut :
1.
2.
3.
Pasal 2
Makna Lambang Hammuna
Makna lambang Hammuna adalah…………………………………………………………………………………
………………………………………………………………………………………………………………………………….
………………………………………………………………………………………………………………………………….
BAB II
SARANA DAN KEGIATAN.
SARANA DAN KEGIATAN.
Pasal 3
Sasaran
Sasaran
(1) Untuk mencapai tujuan Hammuna dirumuskan sasaran sebagaimana tertera dalam Visi Misi sebagai berikut :
- Optimalisasi potensi alumni Ma’had Aly An-Nu’aimy
- Mengembangkan kepribadian alumni yang amanah dan professional.
- Memasyarakatkan Risalatul ma’had.
- Mengorganisir kiprah nyata alumni di Masyarakat.
- Mengupayakan kesejahteraan alumni.
(2) Sasaran Hammuna yang dimaksud ayat (1) pasal ini diupayakan dalam bingkai Kebijakan Dasar Periodik dan Agenda Utama Hammuna, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Ini.
Pasal 4
Sarana
Sarana
Hammuna menggunakan berbagai sarana yang tidak bertentangan dengan norma hukum dan kemaslahatan umum antara lain:
a. Lembaga pendidikan dan pelatihan, dakwah, hukum, ekonomi, politik, sosial, budaya, kesehatan, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dapat mengarahkan, mengatur dan membantu alumni/dai dalam menyelesaikan berbagai persoalan dimasyarakat;
b. menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga Pendidikan, lembaga swadaya masyarakat dan ormas serta orsospol;
c. menerima dan menyerap aspirasi serta mengutamakan dialog konstruktif dan kerja nyata dengan alumni dan semua unsur masyarakat.
a. Lembaga pendidikan dan pelatihan, dakwah, hukum, ekonomi, politik, sosial, budaya, kesehatan, ilmu pengetahuan, dan teknologi yang dapat mengarahkan, mengatur dan membantu alumni/dai dalam menyelesaikan berbagai persoalan dimasyarakat;
b. menjalin kemitraan dengan lembaga-lembaga Pendidikan, lembaga swadaya masyarakat dan ormas serta orsospol;
c. menerima dan menyerap aspirasi serta mengutamakan dialog konstruktif dan kerja nyata dengan alumni dan semua unsur masyarakat.
Pasal 5
Kegiatan
Untuk mencapai Visi dan misi sebagaimana tertera pada pasal 5 AD, Hammuna menjalankan kegiatan antara lain :
1. Dakwah dan Tarbiyah
a. Bi’satuddu’at (Pengiriman da’i-da’i profesional ke wilayah dan daerah)
b.Pelatihan
2. Sosial dan Kemasyarakatan
a. Mengumpulkan dan menyaurkan dana sosial.
3. Hammuna menjalankan kegiatan Ekonomi, antara lain :
a. investasi
b. pinjam-meminjam. Dan lain-lain.
Kegiatan Hammuna yang dimaksud pada pasal ini diupayakan dalam bingkai kebijakan Hammuna dan agenda Hammuna, merupakan bagian tak terpisahkan dari AD-ART.
BAB III
KEANGGOTAAN
KEANGGOTAAN
Pasal 6
Keanggotaan
Keanggotaan
Anggota Hammuna adalah :
- Alumni Ma’had An-Nu’aimy yang telah menyelesaikan perkuliahan dan dinyatakan lulus oleh Ma’had.
- Keanggotaan dinyatakan terputus apabila alumni melakkukan pelanggaran Syariat Islam, AD-ART Organisasi dan mencemari nama baik Ma’had.
Pasal 7
Kewajiban dan Hak Anggota
- Melaksanakan dan menerapkan syari’at islam berdasarkan al-Qur’an dan al-Hadits.
- memelihara nama baik organsasi.
- patuh pada peraturan disiplin organisasi.
- Membayar iinfaq sanawi.
- Mendapatkan bimbingan dan pelayanan dari pengurus.
- mengajukan usul, inisiatif, saran dan kritik yang membangun.
- berhak dipiih Menjadi pengurus.
BAB IV
MAJLIS KEHORMATAN
MAJLIS KEHORMATAN
Pasal 8
1. Majelis kehormatan beranggotakan Mudir Ma’had An-Nu’aimy, Wakil Mudir dan Bagian Kemahasiswaan.
2. Majelis kehormatan berhak memberikan bimbingan, nasihat, arahan, kritikan, dan teguran kepada pengurus dan anggota Hammuna.
BAB V
MAJELIS SYURO
Pasal 9
Anggota Majelis Syuro
Anggota Majelis Syuro
- Syarat keanggotaan Majelis Syuro sebagai berikut :
- Umur tidak kurang dari 20 tahun qomariyah
- Telah lulus dan menjadi Alumni.
- Melaksanakan asas dan tujuan Hammuna.
- Komitmen dengan Tugas dan kewajiban.
- Berakhlak mulia.
- Memiliki Kafaah Syar’iyah.
- Bersifat amanah dan berwibawa.
- Anggota majlis syuro dipilih dan ditetapkan oleh Kepengurusan yang akan berakhir masa jabatannya.
- Jika ada anggota Majelis Syuro berhalangan tetap maka majelis berhak mengangkat dan mensahkan pengantinya.
- Majelis Syuro berhak menambah keanggotaannya dengan orang-orang yang dibutuhkan oleh Hammuna, dari para alumni dengan catatan tambahan itu tidak lebih dari 30 % anggotanya.
- Majlis Syura beranggotakan sebanyak 6 orang.
- Jika anggota Majelis Syuro telah dipilih, maka masing-masing mengucapkan janji setianya di hadapan Musyawarah Hammuna, dengan bunyi sebagai berikut:
‘Saya berjanji kepada Allah yang Maha Agung untuk berpegang teguh pada syari’at Islam dan untuk berjihad di jalan-Nya, menunaikan syarat-syarat keanggotaan Majelis Syuro Hammuna, melak sanakan tugas-tugas darinya dan untuk mendengar serta taat kepada pemimpinnya dalam keadaan lapang maupun sempit -selain untuk maksiat-, sekuat tenaga melaksanakannya. Dan saya bersumpah kepada Pengurus Majelis Syura untuk itu, dan Allah menjadi saksi atas apa yang saya ucapkan.
Pasal 10
Tugas Majelis Syuro
Tugas Majelis Syuro
- Menetapkan Ketua, Sekretaris dan Bendahara dan Bidang-bidang yang akan menjadi Pengurus Pusat Hammuna.
- Menyusun tujuan-tujuan dan keputusan-keputusan Hammuna.
- Menetapkan klausul-klausul perubahan Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ ART) dan kebijakan Hammuna.
- Menetapkan anggaran tahunan dan evaluasi akhir dari laporan keuangan.
- Menetapkan rencana kerja periodik Hammuna , dan mengawasi serta mengevaluasi pelaksanaannya.
- Mengambil sikap tegas dan bijak dalam hal pencemaran nama baik, kritik, pengaduan, dan tuduhan-tuduhan yang berkaitan dengan Hammuna.
- Majlis Syuro berhak Mereshufle kepengurusan yang tidak sesuai dengan AD/ART Hammuna.
BAB VI
KEPENGURUSAN
KEPENGURUSAN
Pasal 11
1. Pengurus diprioritaskan dari alumni yang berdomisili di Jabodetabek.
2. pengurus dipilih dalam musyawarah multaqa Khirrijin.
3. Pengurus disyahkan oleh Majlis Syuro.
4. Pengurus dilantik oleh Majlis Kehormatan.
5. Masa Kepengurusan selama 1 tahun.
BAB VII
Tugas Pengurus Pusat
Pasal 12
Tugas Konsepsional
Tugas Konsepsional
- Menyusun program dan anggaran tahunan untuk Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah kemudian mengajukannya kepada Majelis Syuro.
Pasal 13
Tugas Stuktural
Tugas Stuktural
- Menerima waqaf, hibah dan dana sukarela yang legal.
- Menyerahkan laporan keuangan dan evaluasi akhir kepada Majelis Syuro.
- Mengajukan laporan kerja setiap empat bulan kepada Majelis Syuro.
Pasal 14
Tugas Manajerial
Tugas Manajerial
- Menunjuk Korbid dan Korwil dengan persetujuan Majelis Syuro.
- Membentuk dan mengkoordinasikan lembaga-lembaga pendukung Hammuna.
- Mensahkan struktur kepengurusan Wilayah
- Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan program kerja tahunan Wilayah dan lembaga terkait lainnya.
Pasal 15
Tugas Operasional
Tugas Operasional
- Melaksanakan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Majelis Syuro.
- Menerbitkan pernyataan-pernyatan resmi.
- Melaksanakan koordinasi antara pengurus pusat dan wilayah.
BAB VIII
KORDINATOR WILAYAH
KORDINATOR WILAYAH
Pasal 16
Struktur Pengurus Wilayah
Struktur Pengurus Wilayah
Pengurus Wilayah adalah pengurus Hammuna yang berkedudukan di Wilayah daerah (Wilda) dengan struktur sebagai berikut :
- Ketua.
- Sekretaris.
- Bendahara.
- Bagian-bagian.
Pasal 13
Tugas Pengurus Wilayah
Tugas Pengurus Wilayah
- Melaksanakan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan oleh Musyawarah Wilayah dan Pengurus Pusat.
- Menyusun program dan anggaran tahunan untuk Pengurus Wilayah kemudian mengajukan kepada Pengurus Pusat.
- Menyiapkan laporan keuangan dan evaluasi akhir dan mengajukannya kepada Musyawarah Wilayah dan Pengurus Pusat.
- Mengajukan laporan kerja secara terperinci setiap tiga bulan kepada Pengurus Pusat.
Pasal 14
Syarat-syarat Ketua Pengurus Wilayah
Syarat-syarat Ketua Pengurus Wilayah
- Alumni Ma’had.
- Berpegang teguh kepada nilai-nilai moral dan kebenaran, adil, bertaqwa dan kuat dalam (membela) kebenaran, serius dalam kemaslahatan dan persatuan bangsa, jauh dari fanatisme kepentingan pribadi dan golongan.
- Memiliki wawasan hukum dan syari’at yang memungkinkannya melaksanakan tugas.
- Umur tidak kurang dari 20 tahun qomariyah.
BAB IX
KEUANGAN
KEUANGAN
Pasal 15
Sumber Keuangan
Sumber Keuangan
Kekayaan Hammuna diperoleh dari :
- Iuran, infaq wajib, dan shadaqah yang berasal dari anggota.
- Infaq dan shadaqah dari luar anggota.
- Sumbangan dan bantuan tetap atau tidak tetap dari individu, masyarakat atau lembaga yang menaruh minat pada aktifitas Hammuna yang bersifat sukarela dan tidak mengikat.
- Waqaf, wasiat dan hibah-hibah lainnya.
Pasal 16
Pemungutan Iuran dan Infaq Anggota
Pemungutan Iuran dan Infaq Anggota
Hammuna mempunyai hak untuk mengambil iuran, infaq dan shadaqah dari anggotanya.
Pasal 17
Penyaluran/Pengalokasian Dana
Penyaluran/Pengalokasian Dana
1) Hammuna mempunyai hak untuk menentukan penyaluran dan atau pengalokasian dana, diantaranya untuk :
a) Operasional Hammuna
b) Investasi
c) Pinjaman lunak
d) Kesejahteraan Anggota
2) Dana Hammuna yang tidak segera digunakan untuk kepentingan aktifitas, pengaturannya ditentukan oleh Majelis Syuro.
Pasal 18
Tugas Bendahara Hammuna
Tugas Bendahara Hammuna
- Mengatur kekayaan Hammuna.
- Mencatat semua harta Hammuna dan membukukan pengeluaran dan pemasukannya.
- Mengawasi semua jenis kegiatan keuangan dan akuntansinya serta melaporkannya kepada Pengurus Pusat secara periodik.
- Menyusun anggaran dan penyiapan evaluasi akhir.
- Menagih Iuran wajib dari alumni.
BAB X
HUBUNGAN KEORGANISASIAN
HUBUNGAN KEORGANISASIAN
Pasal 19
Asas Hubungan Keorganisasian
Asas Hubungan Keorganisasian
- Hubungan dengan organisasi yang sejenis baik vertikal maupun horizontal atas asas wala’ dan ta’awun.
- Hubungan dengan organisasi Islam atas asas ukhuwah dan ta’awun.
- Hubungan dengan organisasi umum atas asas kemanusiaan dan kemaslahatan umum yang dibenarkan Islam.
Pasal 20
Hubungan Antar Struktur
Hubungan Antar Struktur
- Hubungan Pengurus Pusat dan Anggota Hammuna bersifat langsung dan dinamis.
- Hubungan antar Pengurus tingkat pusat dan Pengurus Tingkat Wilayah bersifat langsung, melalui Pimpinan masing-masing.
BAB XI
KETENTUAN TAMBAHAN
KETENTUAN TAMBAHAN
Pasal 21
Ketentuan Tambahan
Ketentuan Tambahan
- Untuk memperluas jaringan kerja dan menampung aspirasi pendukung Hammuna, maka :
- Pengurus Pusat dapat membentuk Majelis Kehormatan.
- Apabila persyaratan kepengurusan tingkat Pengurus Wilayah serta kelengkapan strukturnya tidak terpenuhi, maka dimungkinkan pembentukan struktur dan pengangkatan Alumni dari jenjang di bawahnya untuk menjadi pengurus, dengan sepengetahuan Pengurus Pusat.
- Didirikan perwakilan Hammuna di kalangan Alumni Ma’had di luar negeri sesuai dengan peraturan khusus yang diterbitkan Pengurus Pusat dengan memperhatikan peraturan perundang-undangan yang berlaku di negara bersangkutan.
BAB XII
KETENTUAN PENUTUP
KETENTUAN PENUTUP
Pasal 22
Penutup
Penutup
Dalam hal belum dilaksanakannya Musyawarah Utama I, maka para pendiri Hammuna bertindak dan melaksanakan tugas selaku Majelis Syuro
***
Label:
Tentang
07.02

Administrasi

Contact

المعهد العالي لإعداد المعلمين
MAHAD ALY AN-NUAIMY
Jln. Seha II No. 1, Grogol Selatan, Kebayoran Lama 12220, Jakarta Selatan,
_________________________________________________________________________
Administrasi
| Alamat | Jln. Seha II, No 1 , Kel: Grogol Selatan, Kec: Kebayoran Lama, Jakarta Selatan |
| KodePos | 12220 |
| Telephone | 021 7251334 |
| Faxsimile | 021 7251334 |
| mahadalynuaimy@gmail.com | |
| Website 1 | www.nuaimy.org |
| Website 2 | www.nuaimy.net |
| Facebook Fan Page | An-Nuaimy |
| @mahad_nuaimy |

Label:
Tentang
19.25
Sistem Pendidikan
SISTEM PENDIDIKAN
Sistem pendidikan di lingkungan Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta menggunakan sistem Paket Semester. Mata kuliah didistribusikan dalam 4 (empat) semester dalam bentuk paket semester dan satu tahun (2 semester) khidmah di masyarakat yang telah ditentukan oleh pihak manajemen Ma'had.
Mahasiswa yang tidak dapat menyelesaikan (nilai ujian per mata kuliah kurang dari 60 dari 100) diberikan kesempatan ujian perbaikan. Jika dalam ujian perbaikan nilai kurang dari 60/mata kuliah, yang bersangkutan akan diberhentikan selama satu semester dan masuk kuliah pada semester berikutnya dengan peserta kuliah pada tahun akademik berikutnya. Akan tetapi jika pada ujian semester, nilai nilai tidak mencapai 60/mata kuliah, mahasiswa yang bersangkutan akan di DO untuk selamanya.
Label:
Tentang
19.12
Sejarah Mahad Aly An-Nuaimy
Mahad Aly An-Nuaimy adalah lembaga pendidikan Islam swasta yang didirikan oleh Yayasan An-Nuaimy Jakarta pada tahun 2005.
Pada awalnya, Jam'iyyah Ar-Rahmah Jakarta mulai merintis pendirian gedung atas sebidang tanah wakaf dari keluarga Ny. Hj. Faizah Harharah dari Jakarta, seluas 1.590 m2 di daerah Kebayoran Lama, tidak jauh dari kawasan elit Permata Hijau, tepatnya Jl Seha II No. 1 Grogol Selatan Kebayoran Lama Jakarta Selatan.
Gedung baru dengan 3 lantai, seluas 1418 m2 dibangun oleh seorang donatur berkebangsaan Qatar, Syekh Natsir bin Jabr Al-Muhanna An-Nuaimy. Setelah pembangunan Gedung selesai, operasional gedung dan penyelenggaraan program diserahkan pada Yayasan Islah Bina Umat Jakarta, yang berdomisili di Cipinang Jakarta Timur.
Yayasan Islah Bina Umat, Jam'iyyah Ar-Rahmah beserta beberapa tokoh ulama' di Jakarta, diantaranya: DR. Salim Segaf Al-Jufri, DR. Ahzami Sami'un, DR. Muslih Abdul Karim dan Ust. Abdul Hasib Hasan Lc, DR. M. Idris Abdusshomad selaku dewan pendiri bersepakat untuk menggunakan gedung baru sebagian Mahad (Islamic College) berbasis Ilmu Syariah dengan bahasa Arab sebagai pengantar perkuliahan. Maka, dibentuklah lembaga Hukum sebagai penyelenggara Mahad, yaitu Yayasan An-Nuaimy Jakarta dengan akta notaris Musa Muamarta, SH. No. 27 Tanggal 28 Maret 2005, SK Menteri Kehakiman Nomor: C-326.HT.01.02.TH.2006. Penamaan Yayasan An-Nuaimy sebagai wujud apresiasi terhadap donatur yang telah membangun sarana gedung Mahad, Syekh Natsir bin Jabar Al-Muhanna An-Nuaimy.
Dewan Pendiri kemudian mengangkat DR. M. Idris Abdusshomad, MA. sebagai Ketua Yayasan An-Nuaimy, dan menunjuk Ust. Bakrun Syafi'i, MA. sebagai Direktur Pengelola Mahad yang Pertama. Mahad Aly An-Nuaimy diresmikan oleh Ketua MPR RI DR. Hidayat Nurwahid, MA. pada tanggal 13 September 2005, tepatnya tiga minggu setelah perkuliahan perdana dimulai.
Perekrutan mahasiswa angkatan I dilakukan melalui kerja sama dengan Ikatan Dai Indonesia (IKADI) yang telah memiliki beberapa cabang di beberapa wilayah di Indonesia. Lembaga ini menyeleksi kader kemudian mengutusnya untuk menimba ilmu di Mahad Aly An-Nuaimy dengan perjanjian harus kembali ke daerah asalnya sebagai juru dakwah. Disamping itu, Mahad juga menerima pendaftaran langsung di sekretariat, khusus mahasiswa yang datang dari Pulau Jawa dan sekitarnya.
Pada tahun pertama, diterima mahasiswa sebanyak 75 orang yang berasal dari 15 provinsi, di antaranya: Bali, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Aceh, Jambi, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Jawa dan Banten. Hal itu, dikarenakan kapasitas asrama yang tidak mencukupi. Mahasiswa diasramakan dan tidak dipungut biaya kuliah apapun selama belajar 2 tahun (4 semester).
Pada awal tahun 2009, Direktur Mahad Aly An-Nuiamy mengalami peralihan dari KH. Bakrun Syafi’i, M.A. kepada Dr. M. Taufik Qulazhar, MA. M.Ed. Pada waktu yang bersamaan Yayasan Islah Bina Umat beserta Dewan Pendiri Yayasan An-Nuaimy, merekomendasikan untuk mengembangkan Mahad dengan mendirikan Sekolah Tinggi Ilmu Syariah (STIS) dengan Program Studi Perbandingan Mazhab dan Hukum Islam (PMHI). Karena program inilah yang dianggap sangat cocok dengan misi utama mahad, yaitu mencetak para dai dan ulama yang memahami Islam secara benar dan universal, serta memiliki keluesan berpikir dan moderat dalam menyikapi perbedaan yang muncul di masyarakat.
Label:
Tentang
18.31
Lihat Kurikulum Mahad Aly An-Nuaimy.pdf
Kurikulum Mahad Aly An-Nuaimy
| NO | MATERI KULIAH | TAHUN KE-1 | TAHUN KE-2 | ||
| SMT I | SMT II | SMT III | SMT IV | ||
| 1 | Al-Qur'an | 2 | 1 | 1 | 1 |
| 2 | Tafsir | 2 | 2 | 2 | 2 |
| 3 | Ulum Al-Qur'an | 2 | |||
| 4 | Hadits Nabawi | 2 | 2 | 2 | |
| 5 | Ulum al-Hadits | 2 | |||
| 6 | Aqidah | 2 | 2 | ||
| 7 | Kajian Madzhab Kontemporer | 2 | |||
| 8 | Akhlak | 2 | 2 | ||
| 9 | Fiqih Islam | 3 | 3 | 3 | 3 |
| 10 | Ushul Fiqh | 2 | 2 | ||
| 11 | Kaedah Fiqih | 2 | 2 | ||
| 12 | Ilmu Waris | 2 | 2 | ||
| 13 | Tarikh Tasyri' | 2 | |||
| 14 | Wawasan Islam | 2 | 1 | ||
| 15 | Kajian Dunia Islam | 1 | 1 | ||
| 16 | Fiqih Dakwah | 2 | 2 | 2 | |
| 17 | Sirah Kenabian | 2 | 2 | ||
| 18 | Sejarah Islam | 2 | 2 | ||
| 19 | Pendidikan Islam | 2 | |||
| 20 | Psikologi Pendidikan | 2 | |||
| 21 | Metodologi Pengajaran | 2 | 2 | ||
| 22 | Metdologi Penelitian | 1 | 1 | ||
| 23 | Nahwu Sharf | 2 | 2 | 2 | 2 |
| 24 | Ilmu Bahasa Arab | 10 | 10 | ||
| 25 | Nushus Adabiyah | 2 | |||
| 26 | Sastra Arab | 2 | |||
| 27 | Ilmu balaghah | 2 | |||
| 28 | Bahasa Inggirs | 2 | 2 | 2 | 2 |
| 29 | Bahasa Indonesia | 2 | |||
| 30 | Skripsi | 3 | |||
| 31 | Kuliah Kerja Lapangan | 4 | |||
| JUMLAH SKS | 33 | 33 | 33 | 40 | |
Lihat Kurikulum Mahad Aly An-Nuaimy.pdf
Label:
Tentang






