Latest Post
02.00
Sunnah Perubahan
Oleh:
Dr. Saiful Bahri, MA
Dosen Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta
Lihat Profil:
Nama : SAIFUL BAHRI
Marital Status : Menikah, 2006
Nama Istri : Nurbaiti M. Nur
Nama anak : Nusaibah Khairatin Hisan, Fatma Ahda Sabila
Domisili: Kalibata-Jakarta Selatan
Pendidikan:
• Wakil Ketua Komisi Seni Budaya Islam MUI Pusat (2011-Sekarang)
• Ketua Harian Asia Pasific Community for Palestine, di Jakarta (2011-Sekarang)
• Dosen Sekolah Tinggi I’dad Muallimin An-Nuaimy, Jakarta (2011-Sekarang)
• Penyuluh PKPU Zakat Center, Jakarta (2011-Sekarang)
• Dosen Pasca Sarjana, PTIQ Jakarta (2011-Sekarang)
• Divisi Kajian Sharia Consulting Center (SCC) Jakarta (2012-Sekarang)
• Ketua Umum Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, 2002-2003
• Pengajar Bahasa Indonesia untuk orang asing di Pusat Kebudayaan dan Informasi Indonesia (PUSKIN) Cairo (2004-2008)
• Nara sumber Kajian Pekanan Kisah-kisah al-Qur’an di Qommunity Radio, Jerman-Cairo (2007-2009)
• Ketua Orsat ICMI Kairo (2008-2010)
• Safari Dakwah dan Seminar ke beberapa negara di Eropa, Asia Tenggara, China, dan Jepang
Karya Tulis:
• Remaja dan Narkotika, Depdikbud Surakarta, November 1994 (Peringkat 5)
• Dampak Film Laga terhadap Kepribadian Remaja, Depdikbud Jawa Tengah, Januari 1995 (Peringkat 5)
• ”Daur az-Zakâh fi Tahqiq at-Takâful al-’Ijtimâ’iy” (Peran Zakat dalam Merealisasikan Solidaritas Sosial) Lomba Karya Tulis Ilmiah Pendidikan TinggiNasional 1 di Mesir, kerjasama Universitas al-Azhar dan Badan Wakaf Kuwaitpada tahun 1997 (Peringkat 7)
Publikasi:
• Antologi Cerpen ”Bulan, Matahari dan Sebelas Bintang” (Jakarta: Cakrawala,2004)
• Novel ”Jembatan Dua Cinta” (Depok: LPPH, 2004)
• Esai Kontemplatif ”Kemenangan Cinta” (Solo: Eraintermedia, 2005)
Beberapa tulisannya termuat dalam beberapa antologi, diantaranya:
• Merah di Jenin (Jakarta: FBA Press, 2002)
• Luka Telah Menyapa Cinta (Jakarta: FBA Press, 2002)
• Kado untuk Mujahid (Jakarta: Fikri Publishing, 2004)
• Matahari Tak Pernah Sendiri (Depok: LPPH, 2004)
• Wacana Islam Universal (Cairo: MISYKATI Publishing, 1998)
• Sketsa Sejarah Alam Islami (Cairo: SINAI Publishing, 1999)
• Nafas Peradaban (Cairo: ICMI, 2000)
• Diskursus Kontektualisasi Pemikiran Islam (Cairo: KSW Press, 2003)
• Memoar Aktivis (Cairo: PPMI Press, 2003)
• Laskar Syuhada (Depok: LPPH, 2008)
Training dan Pelatihan:
Profil pernah dimuat dalam:
• Majalah Annida, Juni 2002
• Harian Republika, Sabtu, 4 Mei 2002 dan Mei 2012
• Majalah Sabili, Agustus 2002
Marital Status : Menikah, 2006
Nama Istri : Nurbaiti M. Nur
Nama anak : Nusaibah Khairatin Hisan, Fatma Ahda Sabila
Domisili: Kalibata-Jakarta Selatan
Pendidikan:
- TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Kudus, 1981-1983
- SDN Demaan II Kudus, 1983-1989
- MTsN I Kudus, 1989-1992
- Madin Mu`awanatul Muslimin Kudus, 1983-1992
- MAPK-MAN I Surakarta, 1992-1995
- S1 Universitas AL Azhar, Fak.Ushuluddin Cairo (Tafsir), 1995-1999
- Diploma S2 (Tafsir) Universitas Al Azhar, Cairo, 1999-2001
- S2 (Prog. Magister-Tafsir) Universitas Al Azhar, Cairo, Okt 2002- Jan 2007
- S3 (Prog. Ph. D-Tafsir) Universitas Al Azhar, Cairo, Juli 2008- Mei 2011
• Wakil Ketua Komisi Seni Budaya Islam MUI Pusat (2011-Sekarang)
• Ketua Harian Asia Pasific Community for Palestine, di Jakarta (2011-Sekarang)
• Dosen Sekolah Tinggi I’dad Muallimin An-Nuaimy, Jakarta (2011-Sekarang)
• Penyuluh PKPU Zakat Center, Jakarta (2011-Sekarang)
• Dosen Pasca Sarjana, PTIQ Jakarta (2011-Sekarang)
• Divisi Kajian Sharia Consulting Center (SCC) Jakarta (2012-Sekarang)
• Ketua Umum Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, 2002-2003
• Pengajar Bahasa Indonesia untuk orang asing di Pusat Kebudayaan dan Informasi Indonesia (PUSKIN) Cairo (2004-2008)
• Nara sumber Kajian Pekanan Kisah-kisah al-Qur’an di Qommunity Radio, Jerman-Cairo (2007-2009)
• Ketua Orsat ICMI Kairo (2008-2010)
• Safari Dakwah dan Seminar ke beberapa negara di Eropa, Asia Tenggara, China, dan Jepang
Karya Tulis:
• Remaja dan Narkotika, Depdikbud Surakarta, November 1994 (Peringkat 5)
• Dampak Film Laga terhadap Kepribadian Remaja, Depdikbud Jawa Tengah, Januari 1995 (Peringkat 5)
• ”Daur az-Zakâh fi Tahqiq at-Takâful al-’Ijtimâ’iy” (Peran Zakat dalam Merealisasikan Solidaritas Sosial) Lomba Karya Tulis Ilmiah Pendidikan TinggiNasional 1 di Mesir, kerjasama Universitas al-Azhar dan Badan Wakaf Kuwaitpada tahun 1997 (Peringkat 7)
Publikasi:
• Antologi Cerpen ”Bulan, Matahari dan Sebelas Bintang” (Jakarta: Cakrawala,2004)
• Novel ”Jembatan Dua Cinta” (Depok: LPPH, 2004)
• Esai Kontemplatif ”Kemenangan Cinta” (Solo: Eraintermedia, 2005)
Beberapa tulisannya termuat dalam beberapa antologi, diantaranya:
• Merah di Jenin (Jakarta: FBA Press, 2002)
• Luka Telah Menyapa Cinta (Jakarta: FBA Press, 2002)
• Kado untuk Mujahid (Jakarta: Fikri Publishing, 2004)
• Matahari Tak Pernah Sendiri (Depok: LPPH, 2004)
• Wacana Islam Universal (Cairo: MISYKATI Publishing, 1998)
• Sketsa Sejarah Alam Islami (Cairo: SINAI Publishing, 1999)
• Nafas Peradaban (Cairo: ICMI, 2000)
• Diskursus Kontektualisasi Pemikiran Islam (Cairo: KSW Press, 2003)
• Memoar Aktivis (Cairo: PPMI Press, 2003)
• Laskar Syuhada (Depok: LPPH, 2008)
Training dan Pelatihan:
- Pelatihan Jurnalistik dan Terjemah, Fokus AL UMMAH, Cairo, 04-06 Agustus 1997
- Pelatihan Ekonomi Islam dalam “Perbankan Islam” kerjasama ICMI Orsat Cairo dengan Kantor Konsultasi Akuntansi dan Investasi DR.Hussein Syahata, Cairo, 07-12 November 1998
- Pelatihan Manajemen Waktu, Cairo: SINAI, 1999
- Pelatihan Akuntansi Zakat Kontemporer kerjasama el Muntada (Forum Mahasiswa Pasca Sarjana) dengan Kantor Konsultasi Akuntansi dan Investasi DR.Hussein Syahata, Cairo, 01-05 Juni 2002
- Pelatihan Kepemimpinan dan Kewirausahaan, KBRI Mesir dan UNIBRAW Malang, Cairo, 10-12 Juni 2002
- Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan Profesional, ICMI Orsat Cairo, 21-22 April 2002
- Pelatihan Ekonomi Islam, WAMY (World Assembly of Muslim Youth) Cairo Office, 5 – 9 Juli 2003.
Profil pernah dimuat dalam:
• Majalah Annida, Juni 2002
• Harian Republika, Sabtu, 4 Mei 2002 dan Mei 2012
• Majalah Sabili, Agustus 2002
Upaya Memaksimalkan Peran Reformatif Seorang Mukmin*
Saiful Bahri[1]
Tak ada di dunia ini yang tidak berubah. Satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Perubahan bagi selain Allah adalah konstan. Karena itulah, Allah meletakkan sunnah perubahan ini sebagai tradisi bagi manusia untuk selalu berubah. Berubah dari keadaannya dengan kemampuan kemanusiaannya menggapai ruang otoritas Allah yang bernama takdir. Bukan untuk membantahnya atau bahkan untuk mengubahnya. Namun, untuk berdamai dan menerima dengan segala bentuk kepasrahan dan interpretasi cerdik seorang makhluk lemah bernama manusia. Tapi bukan untuk menyerah.
Betapa sejak diciptakannya, manusia mendapat curahan lebih kasih sayang, rahmat dan cinta dari Sang Pencipta. Dari sejak penciptaan dalam bentuk yang sempurna[2], dititahkan untuk memakmurkan bumi dan menjadi wakil-Nya di sana[3], dan masih banyak lagi nikmat Allah yang dikaruniakan kepada manusia. Dan sebagai manusia, kita takkan pernah mampu menghitungnya. Walau mengerahkan peralatan hitung super canggih sekalipun.
Namun, “keberpihakan” Allah ini mempunyai misi. Yaitu bermuara pada pengesaan Allah sebagai satu-satunya sesembahan bagi seluruh alam semesta. Dan misi khusus ini hanya diemban oleh orang-orang khusus dari manusia. Pengkhususan ini bukan sebuah diskriminasi. Namun sebuah seleksi (tamhîsh) yang akan memunculkan seorang mukmin yang terbaik yang mengajak pada kebaikan dan mencegah dari kemungkaran[4]. Dan Allah menyebut karakteristik kerja persuasif ini dengan predikat yang paling baik disisi-Nya[5].
Yang dimaksud perubahan di sini adalah perubahan ke arah yang lebih baik. Misi perubahan yang diemban oleh seorang da’i adalah perubahan reformis ke arah perbaikan. Bukan perubahan haddâm (menghancurkan) yang tidak menyisakan. Namun perubahan ishlâh (memperbaiki) yang sudah ada.
“Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum hingga mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.[6]” Sebenarnya Allah tak perlu menyertakan tangan manusia untuk sebuah perubahan. Mengapa Allah memberi kesempatan pada manusia untuk melaksanakan sunnah perubahan ini? Inilah keberpihakan Allah. Inilah cinta Allah. Karena hasil dari perubahan ini –juga- manusia lah yang memetiknya. Baik berupa kebaikan dunia (materi dan non materi) ataupun kebaikan yang tertunda di hari pembalasan.
Dalam melaksanakan perubahan seorang mukmin mesti mengetahui etika dan ilmu perubahan itu sendiri. Diantaranya:
1) Menguasai potensi kebaikan yang ada pada dirinya dan masyarakat yang hendak diajak berubah
2) Memulai perubahan dari diri sendiri
3) Pengemban misi perubahan adalah anggota masyarakat yang dikenal baik
4) Memulai perubahan dari hal yang terkecil
5) Lakukan perubahan dari akar permasalahan (keyakinan/aqidah)
6) Melakukan perubahan dengan bertahap dan langkah-langkah bijak
7) Menyelesaikan perubahan dengan membiasakan perubahan. Bahwa perubahan bukan sesuatu yang harus di lawan. Tapi sesuatu yang dipahami
8) Memahami idealisme perubahan yang diembannya serta fikih realita dan ilmu berinteraksi dengan massa.
9) Memilih patner yang memahami kerja dan karakter kerja dan kesuksesan kolektif. Dan ini memerlukan kesabaran ekstra[7].
Akan tetapi perubahan merupakan sebuah tantanga. Tidak semua orang mampu melewatinya. Dan tidak semua orang mempu mengemban misi reformatif ini. Karena dalam prakteknya ada banyak kendala;
1) Kerasnya tabiat masyarakat yang mengkristal pada sikap anti perubahan
2) Belenggu tradisi dan warisan leluhur yang terlalu dikultuskan
3) Kurang memahami maksud perubahan dengan pandangan lebih matang dan jauh ke depan.
4) Kurang adanya kesiapan mental menerima kebaikan
5) Kurangnya persiapan mental dan ilmu sang pengemban misi
6) Adanya gengsi yang diperturutkan.
Sebagaimana yang lain dalam melaksanakan perubahan juga ada beberapa pantangan yang perlu diperhatikan oleh siapa saja yang memahami misi perubahan ini, dan kemudian tertarik bergabung dalam kafilah reformis ini, dakwah ilalLâh.
1) Klaim dan stigma
2) Putus asa dan menyerah
3) Memaksakan kondisi nyata agar sesuai dengan idealisme
4) Target yang tidak realistis
5) Menghadirkan kesempurnaan
6) Menunda-nunda kerja
7) Tidak menguasai lapangan dan psikologi massa
Bila ikhtiar dan usaha mengemban misi perubahan ini sudah dimaksimalkan, maka peran seorang mukmin sebagai da’i takkan pernah dipandang kecil oleh Allah, Sang Pemilik misi ini. Karena Dia hanya memerintahkan kita untuk bekerja dan berusaha. Sedang dia yang akan melihatnya[8] kemudian menentukan.
Setelah ruang-ruang kemanusiaan sudah dimaksimalkan perannya dengan ikhtiar penuh, saatnya kita menunggu kejelasan ruang-ruang kekuasaan yang memiliki otoritas prerogatif untuk memutuskan. Dan kita jangan pernah terlambat. Berbuatlah sekarang juga. Sebagaimana al-Fârûq memesan untuk jangan pernah menunggu pagi ketika kita berada di petang hari. Dan jangan pernah menanti petang ketika pagi sudah ada di hadapan kita.
Satu hal lagi yang menjadi bekal seorang pengemban misi perubahan. Berani dan hanya takut kepada Allah. Dengan bekal ini ia siap menjadi manusia aneh (gharîb) di tengah lingkungannya. Sekalipun sebelumnya ia dikenal sebagai orang baik dan diterima oleh kalangannya. Ia bagian terkhusus dari manusia secara umum yang terbagi menjadi orang-orang beriman dan tidak. Orang-orang beriman pun terseleksi menjadi mukmin yang sungguh-sungguh dan beramal. Ini terseleksi lagi menjadi golongan yang sangat menginginkan orang-orang menjadi baik. Bahkan lebih baik dari dirinya. Orang tersebut laik disebut sebagai pahlawan bagi kemanusiaan. Ia lah pewaris Nabi-nabi Allah yang tak meminta upah kerjanya selain cinta-Nya. Yang tak membenci umatnya selain kemungkaran yang mereka lakukan. Yang tak menunggu pamrih apa-apa selain tersebarnya kebaikan di hati setiap manusia. Karena ia sadar misinya di bumi ini untuk melakukan perubahan yang diemban oleh orang yang memahami kehadirannya di dunia ini.
Suatu ketika Luqmanul Hakim melakukan perjalanan dengan putranya. Ia mengendarai seekor keledai dan putranya berjalan disampingnya. Ketika lewat di sebuah perkampungan ia dicerca penduduknya lantaran mereka menganggapnya tak punya belas kasihan pada anaknya. Pada perjalanan berikutnya ia menyuruh anaknya naik keledai dan ia berjalan di sampingnya. Penduduk perkampungan yang dilewatinya pun mencerca anaknya. Mereka menuduhnya sebagai anak yang tak punya etika. Kemudian, pada perjalanan selanjutnya mereka berdua menaiki keledai bersama-sama. Penduduk perkampungan yang dilewatinya pun berkomentar bahwa mereka berdua sungguh tak punya belas kasihan sedikit pun pada seekor keledai yang keberatan menanggung beban mereka berdua. Ketika mereka memutuskan untuk menuntun keledai, ia dan putranya berjalan disamping keledai dan meneruskan perjalanan. Komentar penduduk perkampungan berikutnya menuduh mereka berdua sebagai orang-orang pandir yang bodoh. Ada kendaraan kok tidak dipergunakan. Aneh bukan? Setiap yang kita lakukan selalu saja tak pernah benar di mata orang. Dan memang, ridha semua manusia adalah sesuatu yang mustahil untuk diharapkan.
Karenanya Luqmanul Hakim berpesan untuk tidak terpengaruh perkataan orang dan kemudian menghentikan kerja perubahan ini. Karena apapun yang kita lakukan akan selalu dikomentari orang.
Jangan selalu menunggu hujan reda untuk memulai berjalan. Tak ada yang salah bila kita basah dan berani menerjang butiran-butiran air dan berada di tengah-tengah kilatan petir dan teriakan halilintar. Bukankah akan selalu ada hujan dalam hidup kita?
Siapkah Anda berubah menjadi lebih baik?
Siapkah Anda mengemban misi perubahan ini?
Bila Anda siap. Segera bergabunglah bersama kafilah dakwah, pengemban misi perubahan warisan Nabi-nabi utusan-Nya. Dan mulailah dari sekarang. Kemudian bekerjalah sepenuh tekad dan keikhlasan. “Katakanlah: Aku diperintah supaya menyembah Allah dengan kemurnian ketaatan dalam (menjalankan) agama.[9]” Time to act… BISMILLAH.
Wisnu-Cairo, 11 September 2004
* Tulisan pengantar dalam Paket Sarjana Muslim, ASY-SYATHIBI CENTER (Lembaga Bimbingan dan Konsultasi Belajar), Senin, 13 September 2004 di Wisma Nusantara, Cairo
00.03
Why ?? (Mengapa Selalu Disalahkan)
Oleh:
Abdurrahman Hilabi
Mahasiswa Mahad Aly An-Nuaimy Angkatan ke-4
Asal: Lampung
Ketua Umum Forum Ukhuwah dan Study Islam
Mengapa seseorang Yahudi diperbolehkan memanjangkan janggut untuk mengamalkan kepercayaannya....
| |
| ...tetapi bila seorang Muslim berbuat demikian, dia dianggap ekstrim dan Terorist? | |
Mengapa seseorang rahib boleh berkerudung keseluruhan tubuhnya karena memperhambakan diri kepada Tuhannya...
| |
|
| ...tetapi bila seseorang Muslimah melakukan begitu, dia ditekan ? |
Mengapa bila wanita barat menjadi ibu rumah tangga,
dia dihormati kerana dikatakan berkorban untuk keluarganya...
| |
| ...tetapi bila wanita Islam berbuat begitu, mereka kata, " dia mesti dibebaskan! " | |
Mengapa anak - anak gadis yang sekuler dibiarkan berpakaian mengikut kesukaannya karena punya hak dan kebebasan...
| |
| ...tetapi bila seseorang wanita Muslim memakai hijab, dia tidak boleh menjejakkan kakinya kesekolah? | |
Mengapa bila seseorang kanak-kanak meminati sesuatu bidang, dia dikatakan mempunyai bakat...
| |
| ...tetapi bila seseorang kanak-kanak tertarik kepada Islam, dia dikatakan tak berguna? | |
|
| Mengapa bila seseorang Kristiani atau Yahudi membunuh, agamanya tidak dikaitkan |
| ... tetapi baru saja seseorang Muslim didakwa melakukan pembunuhan, maka nama Islam turut diadili! | |
Mengapa bila seseorang berkorban diri untuk melihat orang lain hidup, dia amat disanjungi...
| |
| ...tetapi bila seseorang warga Palestina melakukannya untuk menyelamatkan diri, keluarga, rumah tangga dan masjidnya,dia dikenali sebagai seorang pengacau? | |
Mengapa bila seseorang non muslim mengendarai kendaraan mewah dengan ugal-ugalan, terkadang tidak pernah dipertikaikan...
| |
| ...tetapi bila seseorang Muslim melakukan sedikit kesalahan, maka orang berkata itu karena agamanya Islam! | |
Mengapa kita terlalu percaya kepada surat kabar...
| |
| ...tetapi selalu persoalkan apa yang terkandung di dalam Al-Quranul Karim? |
Label:
Penulis: Abdurrahman Hilabi
09.35
Info Beasiswa S2 Qatar 2013
Qatar Faculty of Islamic Studies - Hamad Bin Khalifa University opens scholarship for academic year 2013-2014.
Offered Programs:
1. Master of Arts in Islamic Studies with a Specialization in Contemporary Fiqh .
2. Master of Arts in Islamic Studies with a Specialization in Comparative Religions.
3. Master of Arts in Public Policy in Islam.
4. Master of Science in Islamic Finance .
5. Master of Science in Urban Design and Architecture in Islamic Societies .
6. Master of Arts in the Study of Contemporary Muslim Societies.
7. Postgraduate Diploma Islamic Finance.
8. Postgraduate Diploma in General Islamic Studies .
9. Postgraduate Diploma in Public Policy in Islam
Any
Arabic essays written or translated using google translate or any
translation programs shall be rejected and dismissed directly.Offered Programs:
1. Master of Arts in Islamic Studies with a Specialization in Contemporary Fiqh .
2. Master of Arts in Islamic Studies with a Specialization in Comparative Religions.
3. Master of Arts in Public Policy in Islam.
4. Master of Science in Islamic Finance .
5. Master of Science in Urban Design and Architecture in Islamic Societies .
6. Master of Arts in the Study of Contemporary Muslim Societies.
7. Postgraduate Diploma Islamic Finance.
8. Postgraduate Diploma in General Islamic Studies .
9. Postgraduate Diploma in Public Policy in Islam
Minimum Admission Criteria for international students:
• A bachelor's degree from an accredited institution with
a minimum Grade of VERY GOOD or its equivalent; (the student should
submit the Final Degree Certificate that shows her final average)
• A TOEFL score of 550 or ILETS score of 6.0 (she doesn’t need it as English is the main language)
• All students admitted to QFIS programs are required to pass the Arabic Placement Test.
• Writing 2 short essays:
1. essay_why you would like to study in your chosen program (in English)
2. essay_how Islamic Studies can impact your lifecareer (in Arabic)
Note:
• Call Interview (Tele-conversation) to all abroad students admitted to
ensure they can speak Arabic prior the final admission decision made.
Required Documents for Admission
• Submission of the Qatar Faculty of Islamic Studies Graduate Admission Application
• Copy of the passport
• Certified copy of the Bachelor degree certificate
(Minimum Grade Very Good) from an accredited university or college or
equivalent in that country
• Final, official certified university transcript. (we
need the back side of the transcript that shows the grading scale)
• Two recent passport size photographs
• Pass Arabic Test with minimum score 80% in our language center after they arrive to Qatar.
Certification of documents
Admitted students are requested to certify their documents before
their arrival to Qatar, otherwise their registration will be cancelled.
• Bachelor degree Certificate obtained abroad must be
certified by the Ministry of Higher Education where Certificate was
delivered, and: The Ministry of Foreign Affairs of the country of origin, and Qatar Embassy of that country
Completed Application
Completed application (scanned documents) and further inquiries should be sent to admissions_QFIS@qf.org.qa
informed by: abdurrahman.hilabi
Manual Translated by: Fahruroji, sorry for any mistakes
Terjemahan manual (bukan dari google translate), terjemahan lebih kepada pemahaman kata, maaf jika terdapat kesalahan. Wallahu a'lam.
Fakultas Studi Islam Qatar - Universitas Hamad bin Khalifa memberikan peluang beasiswa untuk tahun ajaran 2013-2014
Program yang ditawarkan:
1. M.A di prodi Studi Islam dengan spesifikasi Fikih Kontemporer
2. M.A di prodi Studi Islam dengan spesifikasi Perbandingan Agama
3. M.A di prodi Kebijakan Publik dalam Islam
4. M.Sc di prodi Ekonomi Islam
5. M.Sc di prodi Urban Desain dan Arsitektur dalam Masyarakat Islam
6. M.A di prodi Studi Masyarakat Muslim Kontemporer
7. Pascasarjana Diploma di prodi Ekonomi Islam
8. Pascasarjana Diploma di prodi Studi Islam General
9. Pascasarjana Diploma di prodi Kebijakan Publik dalam Islam
Kriteria Minimum Pendaftaran untuk Mahasiswa Internasional:
You may also contact the Admissions office directly at +974 44546588/
+974 44546560.
selkaranshawi@qfis.edu.qa or selkaranshawy@gmail.com (for application to Master of Arts in Contemporary Muslim Societies only)informed by: abdurrahman.hilabi
Manual Translated by: Fahruroji, sorry for any mistakes
Terjemahan manual (bukan dari google translate), terjemahan lebih kepada pemahaman kata, maaf jika terdapat kesalahan. Wallahu a'lam.
Fakultas Studi Islam Qatar - Universitas Hamad bin Khalifa memberikan peluang beasiswa untuk tahun ajaran 2013-2014
Program yang ditawarkan:
1. M.A di prodi Studi Islam dengan spesifikasi Fikih Kontemporer
2. M.A di prodi Studi Islam dengan spesifikasi Perbandingan Agama
3. M.A di prodi Kebijakan Publik dalam Islam
4. M.Sc di prodi Ekonomi Islam
5. M.Sc di prodi Urban Desain dan Arsitektur dalam Masyarakat Islam
6. M.A di prodi Studi Masyarakat Muslim Kontemporer
7. Pascasarjana Diploma di prodi Ekonomi Islam
8. Pascasarjana Diploma di prodi Studi Islam General
9. Pascasarjana Diploma di prodi Kebijakan Publik dalam Islam
Kriteria Minimum Pendaftaran untuk Mahasiswa Internasional:
- Bergelar sarjana dari Institusi yang terakreditasi dengan IPK indeks minimum 'Sangat Baik' (minimal IPK berarti B+ : 3.33) atau yang semisalnya (Mahasiswa harus menyertakan Ijazah Kelulusan yang menunjukkan Rata-rata nilai akhir).
- Skor TOEFL 550 atau IELTS 6.0 (Tidak dibutuhkan jika Bahasa Inggris adalah bahasa utamanya [bahasa di negaranya]).
- Semua mahasiswa yang diakui Fakultas Stusi Islam Qatar (QFIS) disyaratkan lulus Test Klasifikasi Bahasa Arab.
- Menulis 2 Essay (karangan) singkat:
- Essay tentang 'Mengapa kamu ingin belajar di program yang dipillh' (dalam Bahasa Inggris)
- Essay tentang 'Bagaimana Studi Islam bisa mempengaruhi karir hidupmu' (dalam Bahasa Arab)
- Panggilan Wawancara (percakapan lewat media) untuk semua mahasiswa luar negri yang telah diakui untuk memastikan mereka bisa berbahasa Arab sebelum keputusan akhir dibuat.
- Menyerahkan Form Aplikasi QFIC
- Photocopy passport
- Photocopy Ijazah S1 (prdiket minimum Sangat Baik) dari sebuah Universitas atau perguruan tinggi atau semisal dalam negri tersebut yang terakreditasi.
- Transkrip nilai dari kantor administrasi universitas. (kami membutuhkan halaman belakang yang menunjukkan skala peringkat).
- 2 foto passport terbaru
- Lulus test dengan minimum skor 80% dalam Pusat Bahasa kami setelah tiba di Qatar.
Sertifikasi Dokumen
Mahasiswa yang telah diterima harus mengesahkan dokumen-dokumen sebelum tiba di Qatar, jika tidak maka registrasinya dibatalkan.
Kelengkapan Pendaftaran
Dokumen-dokumen yang telah di-scan dan keterangan lainnya harus dikirim ke admissions_QFIS@qf.org.qa
Kamu juga boleh melakukan kontak langsung ke kantor di +974 44546588/ +974 44546560.
selkaranshawi@qfis.edu.qa or selkaranshawy@gmail.com (hanya untuk pendaftaran di M.A prodi Masyarakat Muslim Kontemporer)
Kelengkapan Pendaftaran
Dokumen-dokumen yang telah di-scan dan keterangan lainnya harus dikirim ke admissions_QFIS@qf.org.qa
Kamu juga boleh melakukan kontak langsung ke kantor di +974 44546588/ +974 44546560.
selkaranshawi@qfis.edu.qa or selkaranshawy@gmail.com (hanya untuk pendaftaran di M.A prodi Masyarakat Muslim Kontemporer)
Label:
Info Terbaru








.jpg)












