Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
00.55
Jerit Palestina
| ilustrasi |
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ....
أيّها الرجال االمؤمنون
لا ترجعوا خطواتكم ولو شبرا
ولا تخافوا من أعدائكم المغضوبين
و يا ايها شهداء الأقصى المبارك
أنتم لستم الأموات بل أحياء عند ربكم ترزقون
و إن متتم و إن متتم و إن متتم تحي فلسطين
Saudara ku ,,
Coba kita arahkan mata ini
Kepada tempat yang 14 abad silam
Pernah kita kiblatkan pandangan ini padanya.
Lalu apa yang kau lihat ?? apa yang kau dengar ?? dan apa yang kau rasakan ?
Tidakkah kau melihat lambayan tangannya?
Tidakkah kau mendengar rintihan, jeritan memanggil namamu ??
Juga tidakkah kau rasakan atas apa yang menerpa dirinya?
Hanya diam kau berikan jawaban
أيها شباب الإسلام
لا تبكوا جرح المفتوح
لا تبكوا الطفل المذبوح
لا تبكوا الدمّ المسفوح
فالحجارة تصبح الأسلحة
النصر هو من عند الله
ولكنكم ولكنكم ولكنكم وسيلة له.
waHay jiwa-jiwa yang berislam..
coba dengarkan jeritan aqso yang terancam
teriakan anak-anak yang menjadi aitam
lalu lihat rudal-rudal yang terus menghantam
tingkah laku anjing babi yahudi laknatullah ‘alaihim.
Dan tinggalkah kita hanya terdiam ??
Disaat nyawa saudara kita terus terancam
Disaat peluru,bom,rudal tak pernah diam dan padam.
اعلموا أيها الإخوة
أنّ الجنة لكم منتظرة
فيها عين جارية
فيها سرر مرفوعة
و أكواب موضوعة
و نمارق مصفوفة
و زرابي مبثوثة
تلك هي الجنة المكرمة
توعد للأمة الشريفة المجاهدة
المستقيمين في سبيل الله....
Kini apa yang kau nanti ?
Ambillah krikil-krikil api itu
Brangus babi yahudi itu sampai mati
Dan jangan pernah kau tarik selangkah untuk kembali.
Jangan pernah terhapus semangat karena tank-tank menutupi
Bangkit dan majulah hingga kau mendapat yang dijanji.
Saudaraku
Jangan pernah kau takut akan mati
Karena itu sudahlah pasti
Susurilah terus jalan yang sejati
Tapi syahidlah yang kunanti
Karena ku bisa bersua robbil ‘izzati
Ditempat yang mulia, itulah jannati
Maka jadilah muslim yang sejati
Menjadikan rasul sebagai kudwati
Dan pasti kau kan dapat idaman hati
Sesuai dengan apa yang kita cari dan kita nanti.
الله أكبر الله أكبر الله أكبر ....
أَيُّهَا الرِّجَالُ االمُؤْمِنُوْنَ
لَا تُرْجِعُوْا خُطُوَاتِكُمْ وَلَوْ شِبْرًا
وَلَا تَخَافُوْا مِنْ أَعْدَائِكُمْ الْمَغْضُوْبِيْنَ
وَ يَا اَيُّهَا شُهَدَاءُ الْأَقْصَى الْمُبَارَكِ
أَنْتُمْ لَسْتُمْ الْأَمْوَاتُ بَلْ أَحْيَاءٌ عِنْدَ رَبِّكُمْ تُرْزَقُوْنَ
وَ إِنْ مُتْتُمْ وَ إِنْ مُتْتُمْ وَ إِنْ مُتْتُمْ تَحْيَ فِلِسْطِيْنَ
……………………………
Hanya diam kau berikan jawaban
يَا شَبَابُ الْإِسْلَامِ
لَا تَبْكُوْا جَرْحِ الْمَفْتُوْحِ
لَا تَبْكُوْا الطِفْلِ الْمَذْبُوْحِ
لَا تَبْكُوْا الدَمِّ الْمَسْفُوْحِ
فَالْحِجَارَةُ تُصْبِحُ الْأَسْلِحَةَ
النَّصْرُ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللهِ
وَلَكِنَّكُمْ وَلَكِنَّكُمْ وَلَكِنَّكُمْ وَسِيْلَةً لَهُ
…………………………………………………………………..
Disaat peluru,bom,rudal tak pernah diam dan padam.
اِعْلَمُوْا أَيُّهَا الْإِخْوَةُ
أَنَّ الْجَنَّةَ لَكُمْ مَنْتَظِرَةٌ
فِيْهَا عَيْنٌ جَارِيَةٌ
فِيْهَا سُرُرٌ مَرْفُوْعَةٌ
وَ أَكْوَابٌ مَوْضُوْعَةٌ
وَنَمَارِقُ مَصْفُوْفَةٌ
وَ زَرَابِيُّ مَبْثُوْثَةٌ
تِلْكَ هِيَ الْجَنَّةُ الْمُكَرَّمَةُ
تُوْعَدُ لِلْأُمَّةِ الشَّرِيْفَةِ الْمُجَاهِدَةِ
الْمُسْتَقِيْمِيْنَ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ....
………………………………………….
Bangkit dan majulah hingga kau mendapat yang dijanji.
Saudaraku
Jangan pernah kau takut akan mati
Karena itu sudahlah pasti
Susurilah terus jalan yang sejati
Tapi syahidlah yang kunanti
Karena ku bisa bersua robbil ‘izzati
Ditempat yang mulia, itulah jannati
Maka jadilah muslim yang sejati
Menjadikan rasul sebagai kudwati
Dan pasti kau kan dapa idaman hati
Sesuai dengan apa yang kita cari dan kita nanti.
……………………………………………….
و إن متتم و إن متتم و إن متتم تحي فلسطين
Saudara ku ,,
Coba kita arahkan mata ini
Kepada tempat yang 14 abad silam
Pernah kita kiblatkan pandangan ini padanya.
Lalu apa yang kau lihat ?? apa yang kau dengar ?? dan apa yang kau rasakan ?
Tidakkah kau melihat lambayan tangannya?
Tidakkah kau mendengar rintihan, jeritan memanggil namamu ??
Juga tidakkah kau rasakan atas apa yang menerpa dirinya?
Hanya diam kau berikan jawaban
……………………………………………………………………….
ولكنكم ولكنكم ولكنكم وسيلة له.
waHay jiwa-jiwa yang berislam..
coba dengarkan jeritan aqso yang terancam
teriakan anak-anak yang menjadi aitam
lalu lihat rudal-rudal yang terus menghantam
tingkah laku anjing babi yahudi laknatullah ‘alaihim.
Dan tinggalkah kita hanya terdiam ??
Disaat nyawa saudara kita terus terancam
Disaat peluru,bom,rudal tak pernah diam dan padam.
………………………………………
المستقيمين في سبيل الله....
Kini apa yang kau nanti ?
Ambillah krikil-krikil api itu
Brangus babi yahudi itu sampai mati
Dan jangan pernah kau tarik selangkah untuk kembali.
Jangan pernah terhapus semangat karena tank-tank menutupi
Bangkit dan majulah hingga kau mendapat yang dijanji.
Saudaraku
Jangan pernah kau takut akan mati
Karena itu sudahlah pasti
Susurilah terus jalan yang sejati
Tapi syahidlah yang kunanti
Karena ku bisa bersua robbil ‘izzati
Ditempat yang mulia, itulah jannati
Maka jadilah muslim yang sejati
Menjadikan rasul sebagai kudwati
Dan pasti kau kan dapa idaman hati
Sesuai dengan apa yang kita cari dan kita nanti.
Label:
Penulis: Fhandri Fariadi,
Puisi
05.38
Jika engkau lelah. rebahkan dirimu dalam pangkuan-Nya. Niscaya kan kau temukan berjuta ketenangan.
Jika engkau gundah, dinginkan dengan bacaan ayat-ayat-Nya.
Jika engkau gelisah temuilah orang-orang shalih yang engkau percaya.
Jika engkau tak tau harus apa. Bacalah buku. Sinarilah hidupmu dengan membaca dan menuntut ilmu.
Dimanapun.
Jika engkau merasa sendiri. Hitunglah orang-orang yan mencintaimu, menghargaimu dan berjasa dalam hidupmu.
Jika engkau merasa tak tau apa yang kau rasakan…. Renungilah ayat-ayat kauniyah. Fenomena alam.
Hewan-hewan dan tumbuhan semua bertasbih dengan riang.
Maka bagaimanapun kondisimu usahakan bermanfaatlah bagi orang disekelilingmu.
dedicated to
Jiwa-jiwa yang terus bekerja untuk kemanfaatan sesama
Cairo, 26.09.2010
Jika Engkau
Oleh:
Dr. Saiful Bahri, MA
Dosen Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta
Jika engkau lelah. rebahkan dirimu dalam pangkuan-Nya. Niscaya kan kau temukan berjuta ketenangan.
Jika engkau gundah, dinginkan dengan bacaan ayat-ayat-Nya.
Jika engkau gelisah temuilah orang-orang shalih yang engkau percaya.
Jika engkau tak tau harus apa. Bacalah buku. Sinarilah hidupmu dengan membaca dan menuntut ilmu.
Dimanapun.
Jika engkau merasa sendiri. Hitunglah orang-orang yan mencintaimu, menghargaimu dan berjasa dalam hidupmu.
Jika engkau merasa tak tau apa yang kau rasakan…. Renungilah ayat-ayat kauniyah. Fenomena alam.
Hewan-hewan dan tumbuhan semua bertasbih dengan riang.
Maka bagaimanapun kondisimu usahakan bermanfaatlah bagi orang disekelilingmu.
dedicated to
Jiwa-jiwa yang terus bekerja untuk kemanfaatan sesama
Cairo, 26.09.2010
Label:
Penulis: Dr. Saiful Bahri MA,
Puisi
08.40
Kepada Senja Ku Mengadu
Oleh:
Izhar Maulana
Mahasiswa Mahad Aly An-Nuaimy
Angkatan ke-6
Asal Aceh Tenggara
Ibu bergenang air mataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu
Kudusnya kasih yang engkau hamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian
Biarpun kepahitan telah engkau rasakan
Tak pula kau merasa jemu
Mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
Dari kecil hingga dewasa
Hidupmu kau korbankan
Biarpun dirimu yang telah terkorban
Tak dapat kubalasi akan semua ini
Semoga Tuhan memberkati kehidupanmu ibu
Ibu kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amatlah aku harapkan
Kerana disitu letak syurgaku
Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan
Kasihanilah Tuhan ibu yang telah melahirkan diriku
Bagaikan kasih ibu sewaktu kecilku
Moga bahgia ibu di dunia dan di akhirat sana...
Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang engkau berikan
Ibu... dengarlah rintih hatiku untukmu ibu
MAK...
Terima kasih...
untuk semuanya...
sumber: remajamuslim03.blogspot.com
Izhar Maulana
Mahasiswa Mahad Aly An-Nuaimy
Angkatan ke-6
Asal Aceh Tenggara
Ibu bergenang air mataku
Terbayang wajahmu yang redup sayu
Kudusnya kasih yang engkau hamparkan
Bagaikan laut yang tak bertepian
Biarpun kepahitan telah engkau rasakan
Tak pula kau merasa jemu
Mengasuh dan mendidik kami semua anakmu
Dari kecil hingga dewasa
Hidupmu kau korbankan
Biarpun dirimu yang telah terkorban
Tak dapat kubalasi akan semua ini
Semoga Tuhan memberkati kehidupanmu ibu
Ibu kau ampunilah dosaku
Andainya pernah menghiris hatimu
Restumu yang amatlah aku harapkan
Kerana disitu letak syurgaku
Tabahnya melayani kenakalan anakmu
Mengajarku erti kesabaran
Kau bagai pelita di kala aku kegelapan
Menyuluh jalan kehidupan
Kasihanilah Tuhan ibu yang telah melahirkan diriku
Bagaikan kasih ibu sewaktu kecilku
Moga bahgia ibu di dunia dan di akhirat sana...
Kasih sayangmu sungguh bernilai
Itulah harta yang engkau berikan
Ibu... dengarlah rintih hatiku untukmu ibu
MAK...
Terima kasih...
untuk semuanya...
sumber: remajamuslim03.blogspot.com
18.50
Oleh:
Nawardi Syah Putra
Mahasiswa Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta
Angkatan VIII
Aceh Tenggara
Tatap bola mata anak itu, pijarnya menyiaratkan,
Mereka ingin kau jadikan manusia,
Mereka ingin menjadi diri sendiri,
Lantas, apa yang harus kau takutkan?!
Biarkan otak mereka mengolah isi dunia,
Biarkan tangan mereka mengkaji alam semesta,
Biarkan hati mereka menghadapi sang Maha Pencipta.
Ajari mereka tentang kearifan mentari,
Tentang apa yang perlu dan tidak perlu,
Untuk dikelola dengan kebijaksanaan.
Ajari mereka lambang kasih sayang,
Tentang perbedaan, bukan untuk dipertentang.
Untuk masa depan mereka,
Bangsa, juga umat manusia.
Tatap bola mata anak itu, pijarnya menyiaratkan.
Mereka ingin kau jadikan manusia,
Mereka ingin menjadi diri sendiri,
Lantas, apa yang harus kau risaukan?!
Jangan biarkan hatimu cemas.
Jangan biarkan langkahmu lemas.
Jangan biarkan mereka dilanda nestapa.
Jangan biarkan masa depan dijajah durja,
Gerhana angkara,
Keserakahan,
Dan Narkoba…
Katakan otak dan rasa
Butuh keseimbangan.
Teknologi dan estetika
Butuh etika.
Karena keseimbangan dan etika
melahirkan makna.
Dan manfaat yang tak terhingga.
Tatapan Mata
Oleh:
Nawardi Syah Putra
Mahasiswa Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta
Angkatan VIII
Aceh Tenggara
Tatap bola mata anak itu, pijarnya menyiaratkan,
Mereka ingin kau jadikan manusia,
Mereka ingin menjadi diri sendiri,
Lantas, apa yang harus kau takutkan?!
Biarkan otak mereka mengolah isi dunia,
Biarkan tangan mereka mengkaji alam semesta,
Biarkan hati mereka menghadapi sang Maha Pencipta.
Ajari mereka tentang kearifan mentari,
Tentang apa yang perlu dan tidak perlu,
Untuk dikelola dengan kebijaksanaan.
Ajari mereka lambang kasih sayang,
Tentang perbedaan, bukan untuk dipertentang.
Untuk masa depan mereka,
Bangsa, juga umat manusia.
Tatap bola mata anak itu, pijarnya menyiaratkan.
Mereka ingin kau jadikan manusia,
Mereka ingin menjadi diri sendiri,
Lantas, apa yang harus kau risaukan?!
Jangan biarkan hatimu cemas.
Jangan biarkan langkahmu lemas.
Jangan biarkan mereka dilanda nestapa.
Jangan biarkan masa depan dijajah durja,
Gerhana angkara,
Keserakahan,
Dan Narkoba…
Katakan otak dan rasa
Butuh keseimbangan.
Teknologi dan estetika
Butuh etika.
Karena keseimbangan dan etika
melahirkan makna.
Dan manfaat yang tak terhingga.
03.18
SEPOTONG DO'A
Lelah kulalui hari – hariku
Tanpa ada suatu kepastian
Lelah kucari tujuan
Namun selalu lenyap
Ku berlari
Ku mencari
Ku berharap
Menghadirkan puing – puing asa
Mengalunkan do'a…"Semoga esok lebih baik"
16/03/2011
GURU
Teruntuk “pahlawanku” di sini
Hari ini akan mengabadi
Pada sosok insan berjiwa pahlawan
Lihatlah!
Lewat tatapan mata ia menginspirasi
Rasakanlah!
Dalam kesederhanaan ia membangun
Semua terucap dan terungkap bersama cerahnya mentari
29 desember 2012
08.38 am
AKU DAN TEKADKU
Harapan demi harapan membuncah
Seakan lahar yang siap melumat
Apapun, kapanpun
Tidak akan ada yang menghadang
Walau samudera kan di terjang
Langkah tak kan kembali
Bagai waktu mengabadi dalam pengabdian
Aku dan tekadku
desember 2011
Sepotong Doa
oleh : Ihsan Septiadi
Mahasiswa Mahad Aly An-Nuaimy
Angkatan VI
Asal : Kalimantan Barat
Email: ihsan.mumtaz@gmail.com
SEPOTONG DO'A
Lelah kulalui hari – hariku
Tanpa ada suatu kepastian
Lelah kucari tujuan
Namun selalu lenyap
Ku berlari
Ku mencari
Ku berharap
Menghadirkan puing – puing asa
Mengalunkan do'a…"Semoga esok lebih baik"
16/03/2011
GURU
Teruntuk “pahlawanku” di sini
Hari ini akan mengabadi
Pada sosok insan berjiwa pahlawan
Lihatlah!
Lewat tatapan mata ia menginspirasi
Rasakanlah!
Dalam kesederhanaan ia membangun
Semua terucap dan terungkap bersama cerahnya mentari
29 desember 2012
08.38 am
AKU DAN TEKADKU
Harapan demi harapan membuncah
Seakan lahar yang siap melumat
Apapun, kapanpun
Tidak akan ada yang menghadang
Walau samudera kan di terjang
Langkah tak kan kembali
Bagai waktu mengabadi dalam pengabdian
Aku dan tekadku
desember 2011
03.10

Angin kencang mematahkan ranting si pemuda
ia teroleng dan jatuh seketika
luka mengerat menggalang
tapi harapan tak pernah padam
Sang pemuda menangis
ia menangis serpihan mimpinya yang tercecer
di ujung pilu itu...
Ingin kubunuh angin sialan itu
tapi tidak
pecundanglah aku jika harapan itu berbuah kebencian
ia meraba hatinya yang terdalam
becermin di beningnya mata air Sang Maha Besar
ahh...
aku masih punya harapan
benih itu bertunas lebih hijau
tersuburkan belain kasih Robbul Alamin
angin kencang biarlah berlalu
pedihnya cukup jadi pelajaran
Si pemuda menghimpun tenaga
ia tahu angin kencang akan bertiup kembali
bahkan lebih kencang
Kali ini bukan tanpa bekal ia berjuang
ia siapkan ranting yang lebih besar
ia titipkan harapan kepada Tuhan
Kini sang Pemuda menyingsingkan bajunya
dan maju.....
Jakarta, 8 Februari 2012
(Persembahan untuk sang kawan yang sedang bangkit berjuang)
Harapan Yang Tumbuh Kembali
oleh: Dedi El-Sundawiy
Mahasiswa Ma'had Aly An-Nuaimy
Angkatan VI
11.40
Sahabatkah Kau?
Sahabatkah Kau?
Sahabatkah Kau?
oleh: Dede Sutardi
Mahasiswa Mahad Aly An-nuaimy
Angkatan V
Jawa Barat
nyanyian yang melenakan itu tak mewakili
kehadiranmu penuhi rumah kosong tak berpenghuni
mengairi sahara yang tandus dengan oase keimanan
mendanau menyejuk persahabatan
candamu candu dimalam gelapku
senyummu semarakkan hari-hari bisu
tatapan lembutmu penuh arti
melemahkan api membunuh dengki
hari-hari ini telingaku tuli dari sapaan penuh cinta
mataku buta dari silaunya kebaikan-kebaikanmu
cinta itu kabur dan terkubur pilu
lebih dalam dari hati setipis kelambu
burukkah aku hingga tak kau hampiri?
hinakah aku sampai kau tak mau peduli?
atau,
terlaknatkah aku hingga salahku tak kau koreksi?
antara kau dan aku pastilah terhijabi,
sesuatu yang hissy
maksiat pembunuh ukhuwah
egoisme penyubur fitnah
ladang pertemanan tak menuai buah keimanan
dimana kau saat ku butuh pundakmu,
tuk sekedar mengeluh?
kemana perginya uluran tanganmu,
kala dunia remukkan tulangku?
lenyap sudah diri ini dari hatimu
kandas dan terombang-ambing di lautan pilu
tetapi,
di palung hati ini, namamu selalu terpatri
kan kujaga dan ku persembahkan doa
agar bertemu tak hanya di dunia
tapi nanti...jua







