nuaimy
tentang nuaimy
Latest Post

TINJAU ULANG FATWA DEMOKRASI HARAM



TINJAU ULANG FATWA DEMOKRASI HARAM
Oleh Dr. Mohamad taufik Qulazhar

Karakter dakwah Membuat Musuh Islam Kesal
Salah satu hasil dakwah adalah membuat musuh kesal. Mereka merasa rugi karena adanya dakwah. Oleh karenanya musuh Islam selalu membuat gerakan menghalangi dakwah. Kekesalan musuh karena keberadaan dakwah disebutkan dalam surah yasin. Allah berfirman:
“Mereka menjawab:"Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapatkan siksa yang pedih dari kami". (QS. 36:18)
Kenapa musuh Islam mengkambing hitamkan Dakwah  dan merasa bernasib malang? Jawabannya adalah karena karakter dakwah adalah merubah. Ketika para Rasul berdakwah ke negeri tersebut dan berusaha mengadakan perubahan maka mulailah musuh Islam terpojokkan dan merasa dirugikan.
Salah satu perubahan yang diciptakan dakwah adalah perubahan dalam aturan hidup. Merubah dari aturan jahiliyah menuju aturan cahaya Islam. Allah berfirman:
Alif, laam raa.(Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji. (QS. 14:1)
Secara jelas ayat ini menyebutkan tujuan diturunkannya al-Quran yaitu merubah manusia dari kegelapan jahiliyah menuju cahaya Islam. Dititik inilah kemarahan musuh Islam terpicu. Karena Bagi musuh Islam aturan jahili menguntungkan dan menjadi jalan memperoleh dunia. Ketika aturan tersebut dirubah menjadi Islami para musuh Islam merasa kepentingan mereka terganggu.
Jadi, dakwah yang benar adalah membuat musuh Islam marah, dan bukan sebaliknya,membuat musuh gembira. Marah  dikarenakan kepentingan dunia mereka terancam .  Kesal disebabkan oleh arus perubahan yang mengarah kepada  nilai dan aturan Islami.
Fatwa Harus ditinjau Dari Sisi Maslahah dan Mafsadah.
Apabila Al-Quran menegaskan bahwa dakwah adalah membuat musuh Islam kesal. Maka nilai inipun harus ada ketika berfatwa. Fatwa tidak boleh menghasilkan manfaat bagi musuhIslam. Juga tidak boleh menimbulkan mafsadah bagi Umat Islam.
Oleh karenanya tahapan akhir dari sebuah fatwa adalah at-tathbiiq. Dalam fase ini fatwa ditinjau dari sisi maslahat dan mafsadahnya sebelum dirilis.
Demokrasi Haram siapa Diuntungkan
Sebagai contoh apabila seorang mufti berpendapat bahwa demokrasi haram. Maka sebelum masalah ini difatwakan harus melalui fase tathbiiq.  Ditimbang mashlahah dan mafsadah dari hukum tersebut. Apakah fatwa demokrasi haram menjadi mashlahat bagi umat Islam atau sebaliknya menjadi mafsadah dan menguntungkan musuh Islam.
Secara kasat mata fatwa demokrasi haram hanya menguntungkan musuh Islam. Sebab dinegara yang menganut sistim demokrasi akan terpilih pemimpin yang tidak berpihak pada kepentingan Islam, bahkan pemimpin yang non Islam. ketika diadakan pemilu Umat Islam tidak ikut serta karena fatwa demokrasi haram. Akhirnya Musuh Islam , baik munafiq atau kafir, diuntungkan dengan fatwa ini.
Dalam kondisi seperti ini fatwa harus ditangguhkan dan tidak dilaksanakan. Rasulullah saw pernah menangguhkan sebuah perintah dari Allah saw ketika beliau melihat bahwa pelaksanaan perintah tersebut hanya akan menimbulkan mafsadah dan kerugian bagi umat Islam.
Hal ini terjadi ketika Allah memerintahkan untuk membangun ulang ka’bah sesuai dengan pondasi yang dibuat nabi Ibrahim. Rasulullah saw berkata kepada istrinya Aisyah bahwasannya   kalaulah bukan karena kaum Quraisy masih baru dalam memeluk Islam beliau akan menghancurkan ka’bah.
Kalaulah Sebuah perintah ditangguhkan karena diperkirakan akan menimbulkan bahaya bagi umat Islam. Maka demikianpula fatwa. Fatwa demokrasi haram hanya menguntungkan musuh Islam dan para munafik, maka hendaknya fatwa haram demokrasi harus ditangguhkan. Terlebih hukum demokrasi masih menjadi silang pendapat dikalangan Ulama.
Memahami Fiqih Waqi’
Ketidak setujuan sebagian Ulama terhadap demokrasi harus ditinjau dari fiqih waqi. Memahami dengan cermat situasi dan realita sangat penting dalam menentukan pendapat dan sikap. Rasulullah saw tidak menghancurkan berhala yang terdapat di sekeliling ka’bah ketika beliau di Makkah. Berhala-berhala tersebut baru dihancurkan ketika fathu Makkah, tahun ke delapan hijrah. Apakah pembiaran Rasulullah saw terhadap berhala, semasa beliau di Makkah, akan  kita nilai tidak Islami? Atau Justru mengajarkan kepada kita fiqih waqi. Marilah kita bijak dalam mensiikapi realitas kehidupan.
wallahuA’lam

KARATERISTIK DAKWAH ISLAM


KARATERISTIK DAKWAH ISLAM
Dakwah, sebuah kalimat yang sering kita dengar, dan dakwah itu ada dimanapun kita berada. Adanya kita di dalam dakwah ataupun tidak adanya kita di dalamnya, maka dakwah itu akan tetap berjalan dan berputar, seperti perputaran bumi pada porosnya, ataupun perputaran matahari terhadap bumi.
Kata dakwah ini mempunyai arti atau makna yang sangat banyak, diantara makna dakwah itu seperti yang diungkapkan Syeikh ‘Ala Mahfud , dakwah adalah mengajak atau mengarahkan manusia kepada petunjuk yang benar, memerintahkan kepada kebaikan dan melarang atau mencegah kejelekan (hal-hal terlarang), untuk menuju sebuah kemenangan yang ada di depan mata ataupun kemenangan sesungguhnya (surga Allah SWT). Inti daripada dakwah itu sendiri, adalah mengajak menusia untuk beriman kepada Allah, dan ketaatan kepada Allah semata dengan segala perbuatan yang telah diperintahkan dan meninggalkan apa saja yang dilarang.
Di dalam dakwah Islam, tentu dan sudah pasti ada kelebihan dan kekhususan. Karena dakwah Islam ini berbeda dengan dakwah-dakwah sebelum Islam yang dibawa oleh para nabi sebelum Nabi Muhammad SAW.
Dakwah Nabi Daud as, Nabi Musa as, Nabi Isa as, Nabi Nuh as, dan nabi-nabi lainnya terputus atau terhenti dengan meninggalnya nabi-nabi tersebut.  Tetapi berbeda dengan dakwah Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW, dimana risalah Islam tidak akan pernah terputus sampai hari pembalasan.
Adapun penyebab mengapa dakwah Islam ini senantiasa bertahan dan tetap terjaga, maka akan kita dapatkan penjelasannya di bawah ini:
1.      Globalitas dakwah Islam.
Sebelum kita sampaikan dalil dari Al Quran dan sunnah serta dalil secara akal yang menunjukkan ke-universalan dakwah Islam, kita jelaskan terlebih dahulu bahwa dakwah ini dari segi mashdar (sumber-sumber), dakwah adalah sesuatu yang disyariatkan oleh Allah SWT seperti yang dijelaskan oleh Al Quran di dalam ayat-ayat yang begitu banyak dan dari hadits-hadits yang jelas.
·         Dalil dari Al Quran
Dakwah ini adalah perintah dari Allah secara langsung,
ذَلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ فَاعْبُدُوهُ
Itulah Allah, Tuhan kamu, tidak ada Tuhan selain Dia, pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia (Qs: Al An’am 102)
Dan segala sesuatu yang tercipta di bumi ini, adalah ciptaan Allah semata. Tidak ada seseorang pun yang bisa menciptakan alam ini kecuali Allah SWT. Dan Allah memerintahkan kita untuk senantiasa beribadah kepada Allah.
Allah SWT berfirman :
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang sebelum kamu, agar kamu bertakwa.(Q.S.Al Baqarah : 21 )
Dari ayat di atas telah jelas bahwa dakwah Islam adalah dakwah ketuhanan (rabbaniyah) karena perintah ini berasal dari Allah SWT.
Kita telah mengetahui bahwa Allah SWT menginginkan dakwah Islam secara umum, tidak melihat menusia dari sisi manapun, asal, suku, warna kulit, dsb.
·         Dalil dari Assunnah

عن جابر بن عبد الله أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: ........ "كان النبي يُبعث إلى قومه خاصة و بُعثت إلى الناس عامة”  رواه الدارمي
Artinya : Dari Jabir bin Abdullah bahwasanya Rasulullah saw. Bersabda : Dulu nabi itu diutus kepada(untuk) kaumnya saja,dan aku diutus kepada (untuk ) semua manusia.
·         Dalil Aqli (Secara nalar akal)
-Keteraturannya dalam adab tata karama dan tarbiyah (pendidikan)
-asas yang digunakan diambil dari aspek ekonomi, social, dan politik.

Kita sebagai umat muslim, harus bias mengambil pelajaran dari tauladan kita Rasulullah SAW dalam semua aspek dan semua tindakan yang beliau kerjakan, dalam aspek agama dan dunia.
2.      As Syumuuliyah (kesempurnaan/komperhensif)
Hadits yang menjelaskan tentang kesempurnaan Islam adalah hadits yang berbicara tentang Islam itu sendiri dalam aqidah, syariah, dari segi jasad dan ruhani.
Pembelajaran secara terperinci dalam pelajaran kesempurnaan Islam adalah:
·         Aturan-aturan untuk seluruh aspek kehidupan dan perilaku manusia.
·         Sifat yang hakiki yang tertancap kuat untuk Islam.
·         Tidak ada pengecualian dan pengkhususan dalam Islam dan itu adalah kesempurnaan  yang nyata di dalam makna syumuul.
·         Berbeda dengan aturan-aturan yang dibuat manusia.
Bahwa kesempurnaan Islam dan dakwah Islam itu sendiri, secara detail dan terperinci telah dijelaskan oleh Allah dalam kitab Al Quran, dan Rasulullah dalam Assunnah.

3.      Rabbaaniyah (prinsipketuhanan)
Prinsip ketuhanan dakwah Islam merujuk kepada wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Rasulullah SAW, dan wahyu ini sangat popular di kalangan muslimin dengan nama Al Quran.
وَكَذَلِكَ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لِتُنْذِرَ أُمَّ الْقُرَى
dan demikianlah Kami wahyukan Al Quran kepadamu dalam bahasa Arab, agar engkau member peringatan kepada penduduk ibukota (Mekah)”(Q.S.Asyuro 7 )
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“Dan bulan Ramadhan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai peunjuk itu dan pembeda antara yang benar dan yang batil).”(Q.S.Al Baqarah 185 )
Dari beberapa ayat di atas menjelaskan bahwasanya Al Quran diturunkan oleh Allah SWT kepada Rasulullah SAW, danjuga sebagai sumber utama dakwah Islam yang pertama, dan dengan ini sangat jelas bahwa dakwah Islam menggunakan prinsip ketuhanan bukan meggunakan prinsip yang datangnya dari manusia.
Pernyataan Dr.Abdul Karim Azaidaan bahwa segala sifat-sifat pencipta akan tampak pada sesuatu yang diciptakannya. Allah SWT, mempunyai kesempurnaan yang mutlak dari segi apapun. Ini sangat berbeda dengan apa yang diciptakan oleh manusia yang tentu banyak kekurangan.
Cukuplah dengan contoh yang dibawa oleh Islam, bahwasanya Islam dating dimulai dengan persamaan diantara manusia di dalam semua hak yang diperoleh, dengan perbedaan di depan hokum pidana yang membedakan manusia dari berbagai sisi, dan Islam menyeimbangkan berdasarkan asas ketaqwaan dan amal shalih.
Seperti apa yang diungkapkan Rasululah SAW kepada puteri tercintanya Fathimah,
وقال صلى الله عليه وسلم : لو أن فاطمة بنت محمد سرقت لقطعت يدها
Rasulullah SAW bersabda: Jikalau Fathimah binti Muhammad mencuri, maka saya tidak segan memotong tangannya.”
4.      Bimbingan terhadap realitas manusia
Jika kita lihat realitas manusia dan aturan-aturannya yang didatangkan oleh Islam, kita dapatkan bahwa sesungguhnya Islam berpadu dengan realitas manusia dan memberikan solusi bagi fitrah manusia.
Bahwa aturan-aturan ini mengatur segala aspek manusia dari setiap sisi dengan penuh keadilan dan keserasian antara jasad dan ruhani. Untukitu, Islam adalah satu-satunya aturan yang diterapkan dan diaplikasikan di dalam kehidupan bermasyarakat. Al Quran sangat mudah untuk mengningatkan kita kepada Allah dan kebaikan, dan aqidah memudahkan kita untuk memahami, seperti kemudahan syariat Islam dalam penerapan dan aplikasi, dan tidak ada di dalamnya pemberatan-pemberatan kepada manusia.
لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya”.(Q.S.Al Baqarah 286 )
Sepeerti yang telah disyariatkan di dalam Islam dengan adanya keringanan-keringanan seperti diperbolehkannya tayamum jika seorang takut terhadap air ketika digunakan untuk berwudhu (orang sakit yang penyakitnya tidak boleh terkena air sedikitpun), dan lain sebagainya.
Dan inilah aturan-aturan yang benar yang dibuat oleh Islam untuk membimbing dan mengayomi manusia dalam kemudahan dan keringanan tanpa memberatkan sedikitpun.

5.      Menghormati akal dan pengayoman terhadap kebebasan.
Seperti akal manusia yang bersih dan jernih ketika mengadapi cobaan dan ujian, seperti Al Quran yang menyinari dan bercahaya, dan akal ketika selaras dengan syariat seperti cahaya di atas cahaya. Tidaklah kita berlabih-lebihan dengan akal di atas syariah, dan tidak pula kita menggunakan syariat tanpa berfikir dengan akal  yang jernih.
Ketika akal fikiran yang jernih ketika saling membantu dan mengisi satu sama lain, dalam mencari ilmu, maka ibarat cahaya di atas cahaya.  Dr.Yusuf Qardawi mengungkapkan bahwa, tidak akan kita dapatkan agama yang menyerukan kita untuk menggunakan fikiran dan akal, seperti Islam yang menganggap pemikiran dengan akal yang bersih,jernih,dan benar adalah kewajiban dalam beribadah.
إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ**    الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Sesunggunya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian siang terdapat tanda-tanda kebesaran  Allah bagi orang-orang yang berakal, yaitu orang-orang yang mengingat Allah samba berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya berkata “YaTuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Q.S.Al Imran 190 - 191)
Ayat ini menjelaskan kepada kita bahwa berfikir tentang keagungan ciptaan Allah adalah ibadah, dan jalan untuk mengetahui kekuasaan Allah di dalam ciptaan-Nya.
·         Dalil dari As-Sunnah
·         عن أبي ذررضي الله عنه قال قال صلى الله عليه و سلم: تفكروا في خلق الله ولا تفكروا في الله فتهلكوا-  (رواه أبو الشيخ)
Dari Abi Dzar, Rasulullah SAW bersabda: Berfikirlah kalian terhadap ciptaan Allah, dan jangan berfikir terhadap Allah, maka kalian akan hancur (tidak sanggup).
·        عن ابن عباس قال قال صلى الله عليه وسلم: تفكروا في الخلق ولا تفكروا في الخالق فإنكم لا تقدرون قدره- (رواه أبو الشيخ)
Dari Abu Dzar, Rasulullah SAW bersabda: Berfikirlah kalian terhadap ciptaan Allah SWT, dan janganlah kalian berfikir terhadap yang menciptakan (Allah) karena kalian tidak mampu memikirkan kekuasaan-Nya.

Oleh: Faris Fathinul Fikri (MahasiswaMa’had Aly An-Nu’aimy)
Email: fathiin.8@gmail.com
085740921929

BERSYUKUR DAN BERSEDEKAHLAH



BERSYUKUR DAN BERSEDEKAHLAH
Di dalam Al Qur’an, Allah SWT berfirman :
 لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ
Sesungguhnya jika kamu bersyukur,pasti kami akan menambah(nikmat) kepadamu,”(QS.Ibrahim:7)
         Dari makna ayat tersebut di atas dapat dipahami bahwa amalan paling mulia yang paling Allah SWT harapkan dan yang sepantasnya dilakukan oleh manusia kepada tuhannya adalah bersyukur  kepada-Nya.Maka Allah SWT memerintahkan manusia untuk bersyukur kepada-Nya dengan perintah-perintah yang lugas dan jelas.Kemudian Allah SWT juga menjelaskan bahwa kesyukuran harus dinampakkan oleh manusia,karena jika manusia merasa tidak perlu bersyukur maka berarti dia telah mengingkari dan tidak mengimani siapa yang memberi  nikmat-nikmat itu.Perihal mengenai manusia yang berlaku seperti ini,Allah SWT telah mengeluarkan ancaman sebanyak tiga puluh satu kali di dalam surah Ar-Rahman,yaitu dengan firman-Nya:
  فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ
Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan?” (QS.ar-rahman)
       Ancaman itu adalah ancaman yang sangat mengerikan.Allah SWT mengancam manusia dan jin dengan mengatakan bahwa tidak bersyukur dan berpaling dari mensyukuri nikmat-nikmat Allah SWT berarti pengingkaran dan pembangkangan.
       Rezeki diciptakan Allah SWT sebagai sebuah pembendaharaan yang sangat besar. Luas dan kekayaan  akan cukup untuk menampung semua nikmat Allah SWT yang sangat banyak dan tak dapat dihitung. Sehigga kita  pun sangat terheran-heran ketika mengetahui bahwa di lidah kita ada alat perasa yang mempunyai perlengkapan sangat teliti dan peka,yang jumlahnya menyamai jumlah rasa makanan dan minuman. Perlengkapan yang diadakan untuk membedakan rasa-rasa ini adalah salah satu rezeki Allah SWT yang jumlahnya sangat banyak. Jadi,hakikat rezeki adalah hakikat yang paling aneh dan langka,sekaligus hakikat yang paling sempurna dan indah,maka pantaslah kita selalu untuk bersyukur.                                                    
Bersedekahlah……..
   Ketika kita merasakan kesulitan dalam hidup, yang kita harapkan adalah ada orang yang mau bersedekah kepada kita tanpa kita meminta kepadanya. Karena itu,manakala kita berada dalam keadaan yang menyenangkan dari sisi harta,maka sangat baik bila kita mau bersedekah kepada orang lain sehingga orang yang mengalami kesulitan ekonomi dapat menjalani kehidupan dengan sebaik-baiknya. Bila kita mau bersedekah maka jaminan syurga akan kita dapatkan,dalam satu hadits yang diriwayatkan dari ‘Aisyah ra.dijelaskan:
السخي قريب من الله بعيد من النار قريب من الجنة قريب من الناس والبخيل بعيد من الله بعيد من الجنة بعيد من الناس قريب من النار والجاهل السخي أحب إلى الله عز وجل من العابد البخيل )
“Seorang yang murah hati,dekat kepada Allah,jauh dari api neraka, dekat kepada syurga, dekat kepada manusia, dan orang yang kikir jauh dari Allah, jauh dari surga, jauh dari manusia,dekat dengan api neraka, dan seorang yang bodoh tapi murah hati(dermawan)lebih di sukai Allah dari pada seorang yang alim tapi kikir” (HR.Thabrani)
   Untuk bisa mendapatkan jaminan syurga Bersedekahlah ,serendah apapun kemampuannya,dia akan tetap melakukannya meskipun hanya bisa dengan sebuji kurma,bahkan Rasulullah saw tetap akan membuka peluang bersedekah bagi orang yang tidak punya apa-apa sekalipun,karena sedekah masih bisa dilakukan meskipun hanya dengan perkataan yang baik,mengenai dengan hal itu Rasulullah saw bersabda: 
إِتَّقُوا النَّارَ وَلَوبِشِقِّ تَمْرَةٍ فَإِنْ لَمْ تَجِدْ فَبِكَلِمَةٍ طَيِّبَةٍ       
“Jauhkanlah dirimu dari api nerakawalaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma,jika kamu tidak punya,maka dengan perkataan yang baik” (HR.Bukhari dan Muslim)
    Dengan itu Rasulullah saw memastikan bisa masuk syurga  yang bermurah hati,suka berderma dan suka bersedekah. ( Nawardi )

1 dari 10 Sahabat Rasul yang di Jamin Masuk Syurga



1 dari 10 Sahabat Rasul yang di Jamin Masuk Syurga

   Sahabat Rasulullah SAW yang dijamin masuk surga berdasarkan hadits berikut: Tercatat dalam “ARRIYADH ANNADHIRAH FI MANAQIBIL ASYARAH“
   Dari sahabat Abu Dzar ra, bahwa Rasulullah masuk ke rumah Aisyah ra dan bersabda: “Wahai Aisyah, inginkah engkau mendengar kabar gembira?” Aisyah menjawab : “Tentu, ya Rasulullah.” Lalu Nabi saw bersabda, ”Ada sepuluh orang yang mendapat kabar gembira masuk surga, yaitu : Ayahmu masuk surga dan kawannya adalah Ibrahim; Umar masuk surga dan kawannya Nuh; Utsman masuk surga dan kawannya adalah aku; Ali masuk surga dan kawannya adalah Yahya bin Zakariya; Thalhah masuk surga dan kawannya adalah Daud; Azzubair masuk surga dan kawannya adalah Ismail; Sa’ad masuk surga dan kawannya adalah Sulaiman; Said bin Zaid masuk surga dan kawannya adalah Musa bin Imran; Abdurrahman bin Auf masuk surga dan kawannya adalah Isa bin Maryam; Abu Ubaidah ibnul Jarrah masuk surga dan kawannya adalah Idris Alaihissalam.”

   1. Abu Bakar bin Abi Qohafah (Assiddiq), adalah seorang Quraisy dari kabilah yang sama dengan Rasulullah, hanya berbeda keluarga. Bila Abu Bakar berasal dari keluarga Tamimi, maka Rasulullah berasal dari keluarga Hasyimi. Keutamaannya, Abu Bakar adalah seorang pedagang yang selalu menjaga kehormatan diri. Ia seorang yang kaya, datangnya Islam, beliau adalah sahabat Rasulullah yang memiliki karakter yang mirip dengan Rasulullah. Belum pernah ada orang yang menyaksikan Abu Bakar minum arak atau pun menyembah berhala. Dia tidak pernah berdusta. Begitu banyak kemiripan antara beliau dengan Rasulullah sehingga tak heran kemudian beliau menjadi khalifah pertama setelah Rasulullah wafat. Rasulullah selalu mengutamakan Abu Bakar ketimbang para sahabatnya yang lain sehingga tampak menojol di tengah tengah orang lain.
“Jika ditimbang keimanan Abu Bakar dengan keimanan seluruh ummat niscaya akan lebih berat keimanan Abu Bakar. ”(HR. Al Baihaqi)
   Al Qur’an pun banyak mengisyaratkan sikap dan tindakannya seperti yang dikatakan dalam firmanNya, QS Al Lail 5-7, 17-21, Fushilat 30, At Taubah 40. Dalam masa yang singkat sebagai Khalifah, Abu Bakar telah banyak memperbarui kehidupan kaum muslimin, memerangi nabi palsu, dan kaum muslimin yang tidak mau membayar zakat. Pada masa pemerintahannya pulalah penulisan AlQur’an dalam lembaran-lembaran dimulai. .Wallahu a’lam bisshowaab..
 

PEKAN ORIENTASI MAHASISWA BARU ANGK.9 29-31 AGST.2013

أسبوع التعارف
Semoga dengan adanya acara أسبوع التعارف  ini, kita dapat saling mengenal satu sama lain dan dapat menjalin hubungan komunikasi yang baik antara sesama mahasiswa Mahad Aly An Nuaimy Jakarta,sehingga dapat mewujudkan  suatu interaksi dan toleransi serta kasih sayang yang dilandasi atas tali Ukhuwwah Islamiyah. ( Jakarta 29 – 31 Agst.2013 )
















Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright © 2011. Mahad Aly An-Nuaimy - All Rights Reserved
Template by Creating Website