Latest Post
21.26
Survei Lokasi Mukhoyyam
Untuk menyukseskan segala kesiapan Mukhoyyam Tarbawi ke-5, maka panitia Mukhoyyam mengadakan survei langsung ke lokasi yang akan menjadi tempat mukhoyyam sekaligus untuk membuat keputusan bulat tentang lokasi mukhoyyam yang insya allah akan dilaksanakan pada tanggal 21-23 Desember 2012. Lokasi tersebut adalah di kaki gunung Slamet, tepatnya di Cidahu, Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat.
Label:
Galeri
07.44
Sunnatullah Dalam Merubah Keadaan
Oleh:
Ust. Muhammad Sofwan Abbas, MA
Dosen Mahad Aly An-Nuaimy
ذَلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَى قَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُوا مَا بِأَنْفُسِهِمْ وَأَنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ [الأنفال: 53]
Analisis Lafadh
Yang demikian (siksaan) itu adalah karena. Ini menunjukkan bahwa setiap peristiwa terjadi karena ada aturannya (sunnatullah).
|
ذَلِكَ بِأَنَّ
|
Sekali-kali tidak akan merubah. Ini menunjukkan bahwa hal itu adalah aturan yang akan tetap berlaku kapan pun.
|
لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا
|
Sesuatu nikmat. Bisa bermakna kehidupan yang enak, pemberian, atau harta.
|
نِعْمَةً
|
Apa yang ada pada diri mereka sendiri. Bisa juga bermakna apa yang ada di dalam jiwa (hati) mereka.
|
مَا بِأَنْفُسِهِمْ
|
Maha Mendengar. Artinya, mendengar segala sesuatu.
|
سَمِيعٌ
|
Maha Mengetahui. Artinya, mengetahui segala sesuatu.
|
عَلِيمٌ
|
Tafsir dan Pelajaran yang Dipetik
1. Pengertian-pengertian.
a. Sunnatullah: aturan-aturan Allah swt. Manusia, individu dan kelompok, akan tunduk kepada aturan Allah swt. Kondisi yang mereka akan alami merupakan hasil dari sikap, perbuatan, dan akhlak yang mereka lakukan. Sunnah ini pasti akan terjadi. Sama dengan sunnatullah dalam alam semesta, yang sering disebut denan hukum alam. Api terasa panas; es terasa dingin; dan sebagainya.
b. Nikmat Allah swt.: Apa yang membuat manusia kecukupan, enak dan bahagia hidupnya. Bisa berupa materi seperti harta dan rumah; bisa juga berupa immateri seperti hidayah, kebebasan, dan sebagainya.
i. Bagi orang yang beriman, nikmat digunakan untuk beramal kebaikan.
ii. Sedangkan bagi orang yang tidak beriman, hal yang kita lihat baik, akan menjadi sebuah keburukan untuk mereka.
فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَالُهُمْ وَلَا أَوْلَادُهُمْ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ بِهَا فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كَافِرُونَ [التوبة: 55]
2. Kejadian yang diisyaratkan dalam kata “ذلك” adalah kehancuran Fir’aun dan kerajaannya. Seperti disebutkan dalam ayat sebelumnya:
كَدَأْبِ آلِ فِرْعَوْنَ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ كَفَرُوا بِآيَاتِ اللَّهِ فَأَخَذَهُمُ اللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ إِنَّ اللَّهَ قَوِيٌّ شَدِيدُ الْعِقَابِ [الأنفال: 52]
a. Kehancuran Fir’aun adalah sesuatu yang mengherankan. Kerajaan besar; kekuasaan luas; pasukan besar; pasukan besar dan taat; dan sebagainya
b. Sekuat apa pun, mereka tidak bisa melawan sunnatullah.
3. Sunnatullah itu adalah bahwa Allah swt. tidak akan merubah kenikmatan yang ada pada diri kita menjadi kesengsaraan, kalau kita tidak merubah: keyakinan, sifat, kebiasaan, akhlak, yang diridhai oleh Allah swt., yang menyebabkan datangnya nikmat-nikmat tersebut.
a. Dalam ayat lain disebutkan:
إِنَّ اللّهَ لاَ يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّى يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنْفُسِهِمْ [الرعد: 11]
Kalau ada manusia merubahnya, maka Allah swt. pun akan mencabut nikmat tersebut. Yang kaya akan berubah menjadi miskin; yang kuat akan berubah menjadi lemah; yang mulia akan berubah menjadi hina; dan sebagainya. Hal ini berlaku secara pribadi maupun umat.
b. Yang paling utama dari hal-hal tersebut adalah bersyukur kepada Allah swt. Banyak sekali ayat yang menyebutkan kaum-kaum yang dihancurkan lantaran mereka kufur kepada Allah swt. Yaitu menutupi nikmat Allah swt. dengan mengingkarinya; bersikap seakan tidak mendapatkan nikmat; seakan apa yang didapatnya bukan pemberian dari Allah swt.; dan nikmat tersebut digunakan untuk melakukan maksiat. Syukur kepada Allah swt. mempunyai beberapa rukun:
i. Lisan: dengan memuji
ii. Hati: dengan mengakui dan mengagungkan
iii. Anggota tubuh: banyak beribadah; menggunakan nikmat itu untuk ketaatan.
c. Banyak ayat yang menyebutkan kisah kaum-kaum yang Allah swt. hancurkan lantaran sebab tersebut:
- وَضَرَبَ اللّهُ مَثَلاً قَرْيَةً كَانَتْ آمِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَداً مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ اللّهِ فَأَذَاقَهَا اللّه لِبَاسَ الْجُوعِ وَالْخَوْفِ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ [النحل: 112]
- وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَرْيَةٍ بَطِرَتْ مَعِيشَتَهَا فَتِلْكَ مَسَاكِنُهُمْ لَمْ تُسْكَن مِّن بَعْدِهِمْ إِلَّا قَلِيلاً وَكُنَّا نَحْنُ الْوَارِثِينَ [القصص: 58]
- لَقَدْ كَانَ لِسَبَإٍ فِي مَسْكَنِهِمْ آيَةٌ جَنَّتَانِ عَن يَمِينٍ وَشِمَالٍ كُلُوا مِن رِّزْقِ رَبِّكُمْ وَاشْكُرُوا لَهُ بَلْدَةٌ طَيِّبَةٌ وَرَبٌّ غَفُورٌ فَأَعْرَضُوا فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ سَيْلَ الْعَرِمِ وَبَدَّلْنَاهُم بِجَنَّتَيْهِمْ جَنَّتَيْنِ ذَوَاتَى أُكُلٍ خَمْطٍ وَأَثْلٍ وَشَيْءٍ مِّن سِدْرٍ قَلِيلٍ ذَلِكَ جَزَيْنَاهُم بِمَا كَفَرُوا وَهَلْ نُجَازِي إِلَّا الْكَفُورَ [سبأ: 15]
d. Ini menunjukkan keadilan Allah swt.; tidak menyiksa atau merampas nikmat tanpa alasan. Kaum-kaum tersebut menjadi sengsara karena memang telah melakukan kesalahan. Walaupun sebenarnya Allah swt. Maha Kuasa dan Maha Berkehendak. Bahkan dalam Ar-Ra’du, ayat tentang sunnah perubahan itu disebutkan dalam konteks ayat-ayat (tanda-tanda) kekuasaan Allah swt.
- اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا [الرعد: 2]
- وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا [الرعد: 3]
- اللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنْثَى وَمَا تَغِيضُ الْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ وَكُلُّ شَيْءٍ عِنْدَهُ بِمِقْدَارٍ [الرعد: 8]
4. Itu semua berkaitan dengan hilangnya nikmat. Hal yang sama juga berlaku dalam menghadirkan nikmat; harta, kekuasaan, kemenangan, kebahagiaan, dan sebagainya. Semua itu akan Allah swt. berikan ketika seorang hamba layak.
a. Allah swt. hanya akan memberikan nikmat kepada orang yang layak mendapatkannya. Yaitu jika terdapat keyakinan, sifat, kebiasaan, akhlak, yang diridhai oleh Allah swt., dan tidak membuat-Nya murka.
b. Hal ini juga menunjukkan bahwa kebaikan harus diusahakan dengan dua macam usaha:
i. Usaha material, seperti: bekerja, belajar, berlatih, menyiapkan perlengkapan, dan sebagainya
ii. Usaha yang bersifat immaterial, seperti: keimanan, keikhlasan, kesolehan, doa, tawakkal, mengharap surga, dan sebagaianya.
5. Para ulama juga memahami bahwa memperbaiki keadaan sebuah kaum juga bisa dengan menggunakan ayat ini. Bahwa perbaikan hendaknya dimulai dari “ما بأنفسهم” (apa yang ada di dalam jiwa).
a. Memperbaiki fenomena kerusakan di masyarakat, bangsa dan negara adalah hal yang sulit. Banyak sistem-sistem yang gagal menanggulanginya.
b. Sesuatu menjadi fenomena di masyarakat melalui proses:
i. Fenomena
ii. Akhlak
iii. Kebiasaan
iv. Perbuatan
v. Niat
vi. Keinginan
vii. Lintasan pikiran
c. Merubah fenomena, akhlak, kebiasaan, dan perubahan adalah hal yang sulit. Merubah akan lebih mudah jika dimulai dari niat, keinginan, atau bahkan lintasan pikiran.
Moh Sofwan
Pengajian Tafsir Masjid Raudhatul Jannah RCTI Kebon Jeruk, 16 Januari 2012
klik untuk download materi diatas
Download Word
Download Power Point
klik untuk download materi diatas
Download Word
Download Power Point
22.38
Tuhan itu Ada
LOGIKA RAPUH ATHEISME
Oleh:
H. Habib Ziayadi
Mahasiswa Mahad Aly An-Nuaimy Angkatan ke-3
Pengasuh Ponpes Darul Muhibbin
Seorang konsumen datang ke tempat tukang cukur untuk memotong rambut dan merapikan brewoknya. Si tukang cukur mulai memotong rambut konsumennya dan mulailah terlibat pembicaraan yang mulai menghangat.
Mereka membicarakan banyak hal dan berbagai variasi topik pembicaraan, dan sesaat topik pembicaraan beralih tentang TUHAN.
Si tukang cukur bilang,”Saya tidak percaya kalau TUHAN itu ada”.
“Kenapa kamu berkata begitu ?” tanya si konsumen.
“Begini, coba kamu perhatikan di depan sana, di jalanan…. untuk menyadari bahwa TUHAN itu tidak ada”.
“Katakan kepadaku, jika TUHAN itu ada. Adakah yang sakit? Adakah anak-anak terlantar? Adakah yang hidupnya susah?” .
“Jika TUHAN ada, tidak akan ada sakit ataupun kesusahan”.
“Saya tidak dapat membayangkan TUHAN Yang Maha Penyayang akan membiarkan ini semua terjadi”.
Si konsumen diam untuk berpikir sejenak, tapi tidak merespon apa yang dikatakan si tukang cukur tadi, karena dia tidak ingin terlibat adu pendapat.
Si tukang cukur menyelesaikan pekerjaannya dan si konsumen pergi meninggalkan tempat si tukang cukur.
Beberapa saat setelah dia meninggalkan ruangan itu dia melihat ada orang di jalan dengan rambut yang panjang, berombak kasar (Jawa : mlungker-mlungker – Red), kotor dan brewok, tidak pernah dicukur. Orang itu terlihat kotor dan tidak terawat.
Si konsumen balik ke tempat tukang cukur tadi dan berkata :
“Kamu tahu, sebenarnya di dunia ini TIDAK ADA TUKANG CUKUR..!”
Si tukang cukur tidak terima, dia bertanya : “Kamu kok bisa bilang begitu?”.
“Saya tukang cukur dan saya ada di sini. Dan barusan saya mencukurmu!”
“Tidak!” elak si konsumen.
“Tukang cukur itu TIDAK ADA! Sebab jika tukang cukur itu ada, tidak akan ada orang dengan rambut panjang yang kotor dan brewokan seperti orang yang di luar sana”, si konsumen menambahkan.
“Ah tidak, tapi tukang cukur itu tetap ada!”, sanggah si tukang cukur.
“Apa yang kamu lihat itu adalah SALAH MEREKA SENDIRI, mengapa mereka tidak datang kepada saya untuk mencukur dan merapikan rambutnya?”, jawab si tukang cukur membela diri.
“COCOK, SAYA SETUJU..!” kata si konsumen.
“Itulah point utamanya!.. Sama dengan TUHAN.
“Maksud kamu bagaimana?”, tanya si tukang cukur tidak mengerti.
Sebenarnya TUHAN ITU ADA ! Tapi apa yang terjadi sekarang ini.?
Mengapa orang-orang TIDAK MAU DATANG kepada-NYA, dan TIDAK MAU mencari-NYA..?
Oleh karena itu banyak yang sakit dan tertimpa kesusahan di dunia ini.”
Si tukang cukur terbengong!!!! Dalam hati dia berkata : “Benar juga apa kata dia..mengapa aku tidak mau datang kepada TUHANKU, untuk beribadah dan berdoa, memohon agar dihindarkan dari segala kesusahan dalam hidup ini..?”
Memang banyak manusia bertabiat keras kepala. Tidak menerima teguran, anti kritik, mau menang sendiri, sok merasa paling benar. Sampai hingga melewati batas kewajaran, Tuhanpun dianggap tidak ada. Ini adalah penyakit kronis yang bisa melanda manusia manapun dewasa kini di dunia ini.
Kisah di atas, menampilkan sosok keras kepala. Akibat tertipu dengan logika sederhana bahwa banyaknya orang susah di dunia ini, ia berani melahirkan konklusi bahwa Tuhan tidak ada. Padahal logika sederhana yang lahir dari otaknya yang sempit itu, dengan sangat mudahnya bisa dipatahkan oleh seorang pelanggan biasa, bukan oleh para alim ulama atau cendekiawan muslim. Demikianlah bila logika atau akal saja yang jadi pedoman, tentu akan mudah dipatahkan dengan logika lain yang lebih hebat.
Menjadi seorang Atheis atau tidak bertuhan kini melanda banyak negara di dunia. Manusia-manusia tidak bertuhan itu memuja materi sehingga mereka juga dikenal dengan kaum materialis. Materialisme adalah paham dalam filsafat yang menyatakan bahwa hal yang dapat dikatakan benar-benar ada adalah materi. Pada dasarnya semua hal terdiri atas materi dan semua fenomena adalah hasil interaksi material. Materi adalah satu-satunya substansi.
Materialisme tidak mengakui entitas-entitas nonmaterial seperti: roh, jin, setan dan malaikat. Pelaku-pelaku immaterial tidak ada. Tidak ada Allah atau dunia adikodrati/supranatural. Realitas satu-satunya adalah materi dan segala sesuatu merupakan manifestasi dari aktivitas materi. Materi dan aktivitasnya bersifat abadi. Tidak ada penggerak pertama atau sebab pertama. Inilah akar dari Atheisme modern.
Kaum Musyrik modern berbaju atheis atau materialis jauh lebih besar kemungkarannya dibanding kuam musyrik masa jahiliyah dulu. Mengapa demikian, sebab musyrik jahiliah dulu masih mengakui adanya Allah sebagai Tuhan meskipun mereka berpaling menyekutukannya dengan berhala/patung. Allah menjelaskan dalam kitab-Nya:
"Dan sungguh jika kamu bertanya kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan mereka, niscaya mereka menjawab: "Alloh", Maka Bagaimanakah mereka dapat dipalingkan (dari menyembah Alloh )?". (QS. Az-Zukhruf [43]: 87)
Dan Allah menciptakan langit dan bumi
"Dan sungguh jika kamu tanyakan kepada mereka: "Siapakah yang menciptakan langit dan bumi?", niscaya mereka akan menjawab: "Semuanya diciptakan oleh yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui". (QS. Az-Zukhruf [43]: 9)
Secara otomatis, akal dan logika mustrikin dulu jauh lebih maju dibanding atheis zaman sekarang.
Kita pun patut bersyukur, ternyata Allah masih saja membuka pintu hidayahnya pada sebagian manusia yang lalai dan keras kepala itu. Ada yang Allah bukakan pintu kepadanya dengan dimudahkannya mereka meneliti eksistensi Tuhan dan membuktikan keberadaannya. Ada yang Allah buat dia gelisah dan galau akan pendirian atheisnya itu. Ada pula yang Allah berikan kesusahan demi kesusuahan hidup yang seolah tidak bertepi padanya. Akhirnya mereka mengakui dan kembali kepada pangkuan Allah.
Terkadang manusia bisa lalai saat senang lalu melupakan Tuhannya, sehingga Allah menegurnya dengan sedikit kesulitan hidup. Beruntunglah saat dia kesusahan dia segera menyerahkan sepenuhnya urusan itu pada Allah. Bahwa betapun besar masalah itu, solusi Allah pasti ada. Kasih sayang Allah lebih luas dan daripada masalah itu. Bersyukur kita yang masih diuji Allah dengan berbagai kerumitan, saatnya merampungkan ikhtiar dan memohon agar Allah melapangkan jalan dan memberi kekuatan. Lebih beruntung lagi seseorang yang dengan bertambah rezekinya bertambah takutnya kepada Allah. Dalam sebuah hadits disebutkan Ta’arruf alallohi fir rakho’i ya’rifuka fis syiddah (kenalilah Allah saat suka, Allah selalu menyertaimu saat duka)
19.05
Palestina membutuhkan bantuan kita, dan saudara kita di Indonesia membutuhkan penyadaran akan pentingnya kepedulian kita terhadap Palestina. Bayangkan infrastruktur yang dibangun lama di hancurkan dalam hitungan hari, dalam 8 hari saja kerugian mencapai USD 545 juta. Berapa jika dihitung dari 1948 ketika israel menjajah tanah ini. Belum lagi korban yang terluka, anak-anak yang hancur sekolahannya, ibu-ibu yang ingin menyusui anaknya, para ayah yang kehilangan rumahnya.
Palestina membutuhkan semua, mereka telah menolong umat muslim menjaga tanah sucinya, sebuah pertanyaan besar...apa andil kita untuk bangsa Palestina?
Memang acara Usbu Palestina ditutup, namun ini bukanlah penutupan namun ini adalah awal dari semangat kita untuk terus peduli kepada saudara kita di Palestina, dan perjuangan ini adalah perjuangan kita bersama untuk membebaskan tanah Palestina dari penjajah Israel laknatullah.
Diakhir acara seluruh peserta yang hadir dari mahasiswa dan dosen-dosen menyanyikan dengan riuh semngatnya lagu Gaza.
Penutupan yang Bukan Penutupan
Minggu Palestina atau "الأسبوع الفلسطين"
telah berlangsung dari tanggal 3 hingga 7 Desember 2012, serangkaian
acara dari mulai seminar hingga pentas seni pun telah digelar. Dan
dipenghujung hari, semua rangkuman acara terbaik ditampilkan, rangkaian
acara dari mulai nasyid, marawis, puisi, beladiri, theater dll telah
membakar segenap jiwa yang menontonnya dan membangkitkan kepedulian kita
kepada negeri yang pertama kali mengakui kedaulatan Indonesia;
Palestina.
Dan di momen spesial ini datang seorang aktivis yang merupakan
anggota DPRD Jakarta yang baru tiga hari mengunjungi Gaza dan melihat
langsung keadaan saudara kita yang sedang dijajah Israel laknatullah. Beliau adalah Ibu Nur Jannah yang menceritakan bagaimana kondisi Gaza yang mendapat agresi militer Israel laknatullah selama 8 hari, agresi tersebut telah menysuhadakan 174 yang sebagian besar warga sipil juga wanita dan anak-anak.
Beliau menceritakan pula akibat agresi tersebut 200 rumah, 8 kantor
polisi dan 30 masjid luluh lantak. Namun yang membuat kagum beliau
adalah warga Gaza tidaklah memiliki ekpresi takut, seolah siap atas
kematian yang bisa datang saja. Rahasia dari semua itu adalah betapa
mereka menyiapkan ruhiyah mereka, bahkan tentara militer di Gaza
(Brigade Al-Qossam) menyaratkan untuk bergabung di dalamnya dengan
syarat hafal Al-Qur'an 30 juz dan selalu sholat berjamaah. Karena itu,
mereka bukanlah teroris, mereka adalah pahlawan yang melindungi tanah
umat muslim dunia dari penjajahan!
Saat ditanya rata-rata anak kecil disana apa cita-citanya, jawaban
mereka mengejutkan, "saya ingin bergabung dengan Brigade Al-Qossam"
seperti cerita Ibu Nurjannah. Artinya dia juga musti menyiapkan hafalan
30 juz, namun ternyata itu benar-benar nyata, dimana di akhir tahun ini
Gaza akan mewisuda 25.000 warganya yang hafal Al-Qur'an 30 juz dalam 2
bulan!Palestina membutuhkan bantuan kita, dan saudara kita di Indonesia membutuhkan penyadaran akan pentingnya kepedulian kita terhadap Palestina. Bayangkan infrastruktur yang dibangun lama di hancurkan dalam hitungan hari, dalam 8 hari saja kerugian mencapai USD 545 juta. Berapa jika dihitung dari 1948 ketika israel menjajah tanah ini. Belum lagi korban yang terluka, anak-anak yang hancur sekolahannya, ibu-ibu yang ingin menyusui anaknya, para ayah yang kehilangan rumahnya.
Palestina membutuhkan semua, mereka telah menolong umat muslim menjaga tanah sucinya, sebuah pertanyaan besar...apa andil kita untuk bangsa Palestina?
Memang acara Usbu Palestina ditutup, namun ini bukanlah penutupan namun ini adalah awal dari semangat kita untuk terus peduli kepada saudara kita di Palestina, dan perjuangan ini adalah perjuangan kita bersama untuk membebaskan tanah Palestina dari penjajah Israel laknatullah.
Diakhir acara seluruh peserta yang hadir dari mahasiswa dan dosen-dosen menyanyikan dengan riuh semngatnya lagu Gaza.
Label:
Galeri,
Info Terbaru


