nuaimy
tentang nuaimy
Latest Post

Kunjungan Jajaran Pengurus Yayasan Islah Kuwait

Dalam kunjungannya kali ini, jajaran kepengurusan Yayasan Islah kuwait meninjau kegiatan yang berlang sung di Mahad Aly An-Nuaimy sekaligus mengevaluasi dari capaian-capaian yang didapat di tahun ajaran ini.









Dahsyatnya Air, tentara Allah SWT

Oleh:
Dr. Saiful Bahri, MA
Dosen Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta


Lihat Profil:
Nama : SAIFUL BAHRI
Marital Status : Menikah, 2006
Nama Istri : Nurbaiti M. Nur
Nama anak : Nusaibah Khairatin Hisan, Fatma Ahda Sabila
Domisili: Kalibata-Jakarta Selatan
Pendidikan:
  1. TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Kudus, 1981-1983
  2. SDN Demaan II Kudus, 1983-1989
  3. MTsN I Kudus, 1989-1992
  4. Madin Mu`awanatul Muslimin Kudus, 1983-1992
  5. MAPK-MAN I Surakarta, 1992-1995
  6. S1 Universitas AL Azhar, Fak.Ushuluddin Cairo (Tafsir), 1995-1999
  7. Diploma S2 (Tafsir) Universitas Al Azhar, Cairo, 1999-2001
  8. S2 (Prog. Magister-Tafsir) Universitas Al Azhar, Cairo, Okt 2002- Jan 2007
  9. S3 (Prog. Ph. D-Tafsir) Universitas Al Azhar, Cairo, Juli 2008- Mei 2011
Aktivitas dan Pengalaman:
• Wakil Ketua Komisi Seni Budaya Islam MUI Pusat (2011-Sekarang)
• Ketua Harian Asia Pasific Community for Palestine, di Jakarta (2011-Sekarang)
• Dosen Sekolah Tinggi I’dad Muallimin An-Nuaimy, Jakarta  (2011-Sekarang)
• Penyuluh PKPU Zakat Center, Jakarta (2011-Sekarang)
• Dosen Pasca Sarjana, PTIQ Jakarta  (2011-Sekarang)
• Divisi Kajian Sharia Consulting Center (SCC) Jakarta (2012-Sekarang)
• Ketua Umum Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, 2002-2003
• Pengajar Bahasa Indonesia untuk orang asing di Pusat Kebudayaan dan Informasi Indonesia (PUSKIN) Cairo (2004-2008)
• Nara sumber Kajian Pekanan Kisah-kisah al-Qur’an di Qommunity Radio, Jerman-Cairo (2007-2009)
• Ketua Orsat ICMI Kairo (2008-2010)
• Safari Dakwah dan Seminar ke beberapa negara di Eropa, Asia Tenggara, China, dan Jepang
Karya Tulis:
• Remaja dan Narkotika, Depdikbud Surakarta, November 1994 (Peringkat 5)
• Dampak Film Laga terhadap Kepribadian Remaja, Depdikbud Jawa Tengah, Januari 1995 (Peringkat 5)
• ”Daur az-Zakâh fi Tahqiq at-Takâful al-’Ijtimâ’iy” (Peran Zakat dalam Merealisasikan Solidaritas Sosial) Lomba Karya Tulis Ilmiah Pendidikan TinggiNasional 1 di Mesir, kerjasama Universitas al-Azhar dan Badan Wakaf Kuwaitpada tahun 1997 (Peringkat 7)
Publikasi:
• Antologi Cerpen ”Bulan, Matahari dan Sebelas Bintang” (Jakarta: Cakrawala,2004)
• Novel ”Jembatan Dua Cinta” (Depok: LPPH, 2004)
• Esai Kontemplatif ”Kemenangan Cinta” (Solo: Eraintermedia, 2005)
Beberapa tulisannya termuat dalam beberapa antologi, diantaranya:
• Merah di Jenin (Jakarta: FBA Press, 2002)
• Luka Telah Menyapa Cinta (Jakarta: FBA Press, 2002)
• Kado untuk Mujahid (Jakarta: Fikri Publishing, 2004)
• Matahari Tak Pernah Sendiri (Depok: LPPH, 2004)
• Wacana Islam Universal (Cairo: MISYKATI Publishing, 1998)
• Sketsa Sejarah Alam Islami (Cairo: SINAI Publishing, 1999)
• Nafas Peradaban (Cairo: ICMI, 2000)
• Diskursus Kontektualisasi Pemikiran Islam (Cairo: KSW Press, 2003)
• Memoar Aktivis (Cairo: PPMI Press, 2003)
• Laskar Syuhada (Depok: LPPH, 2008)
Training dan Pelatihan:
  1. Pelatihan Jurnalistik dan Terjemah, Fokus AL UMMAH, Cairo, 04-06 Agustus 1997
  2. Pelatihan Ekonomi Islam dalam “Perbankan Islam” kerjasama ICMI Orsat Cairo dengan Kantor Konsultasi Akuntansi dan Investasi DR.Hussein Syahata, Cairo, 07-12 November 1998
  3. Pelatihan Manajemen Waktu, Cairo:  SINAI, 1999
  4. Pelatihan Akuntansi Zakat Kontemporer kerjasama el Muntada (Forum Mahasiswa Pasca Sarjana) dengan Kantor Konsultasi Akuntansi dan Investasi DR.Hussein Syahata, Cairo, 01-05 Juni 2002
  5. Pelatihan Kepemimpinan dan Kewirausahaan, KBRI Mesir dan UNIBRAW Malang, Cairo, 10-12 Juni 2002
  6. Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan Profesional, ICMI Orsat Cairo, 21-22 April 2002
  7. Pelatihan Ekonomi Islam, WAMY (World Assembly of Muslim Youth) Cairo Office, 5 – 9 Juli 2003.
Profil:
Profil pernah dimuat dalam:
• Majalah Annida, Juni 2002
• Harian Republika, Sabtu, 4 Mei 2002 dan Mei 2012
• Majalah Sabili, Agustus 2002
Banjir di Bundaran HI (tribun news)

1. Bismillah.. siang ini kita bicarakan makhluk Allah bernama #air

2. Allah menjadikan segala kehidupan bermula dari #air : “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup” (QS.21:30)

3. Dari #air Allah juga kirimkan rizki-Nya di langit untuk penduduk bumi, agar mereka bersyukur; buah-buahan, aneka tumbuhan & berbagai kesenangan dunia

4. Allah jadikan #air tentara yg membinasakan kedurjanaan, keangkuhan dan kezhaliman kaum Nabi Nuh, tanpa pandang bulu; siapapun termasuk anak istrinya

5. Allah jadikan #air tentara yg membawa Musa kecil menuju istana Fir’aun, tumbuh berkembang sebagai anak raja yg kelak mengakhiri kezhalimannya

6. Allah juga berikan #air pada Ismail setelah Ibunda Hajar berikhtiar menaiki dan menuruni bukit Shafa dan Marwa tujuh kali yg diabadikan sejarah

7. Nabi Sulaiman sangat terinspirasi utk membangun istana #air yg membuat Ratu Balqis terkesima & jadi sarana masuknya hidayah Allah pdnya

8. Di tengah kecemasan, kelelahan fisik & psikis pd Perang Badar, Allah turunkan #air untuk mengistirahatkan dan menenangkan kaum muslimin.

9. Nabi Muhammad SAW pun mengambil posisi strategis di dekat sumber #air Badar sebagai ikhtiar memenangkan pertempuran melawan kuffar Quraisy

10. Sebagaimana makhluk Allah lainnya, #air tunduk pada titah Sang Pencipta. Menjadi rahmat atau bencana, menjadi karunia atau ujian/cobaan

11. Kita sebagai manusia pun juga memahami sunnatullah yg diciptakan Allah untuk #air, serta wajib menjaga keseimbangan fungsi dan manfaatnya

12. Mengalir ke tempat yang lebih rendah adalah salah satu sunnatullah yg berlaku bagi #air. Maka, berikan jalan untuknya.

13. Bumi juga menyediakan dirinya menyerap #air. Maka jangan halangi ia berinteraksi dan bersentuhan langsung dengan #air.

14. Air menjadi mahal harganya saat kita jauh atau kehilangan #air dalam hidup kita.Saat kekeringan, di padang pasir, pengungsian dsb.

15. Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku jika sumber #air kamu menjadi kering; maka siapakah yang akan mendatangkan air yang mengalir bagimu?”. (QS. 67:30)

16. Ketika bervolume wajar ia sangat bermanfaat. Saat #air melimpah menjelma menjadi bah yang menerjang apa saja, berubah membahayakan

17. Dan yg menjadi korban amukan #air bisa jadi tak tahu menahu penyebabnya. Dan bisa jadi yg menyebabkannya terlalap dlm kelalaian.

18. Di Jakarta yg tumbuh subur adalah mall-mall dan apartemen mewah. Dipupuk dan disiram dgn lembaran-lembaran rupiah & mata uang asing.

19. Jalan-jalan juga semakin terasa sempit dijejali mobil-2 & kendaraan model baru yg menggiurkan, menyihir siapa saja. lihat terus iklan-2nya

20. Takutnya Allah tegur kita semua… semuanya. Karena sikap diam dg kemungkaran yg makin meraja lela. Melalui tentara Allah bernama #air

21. Agar kita kembali dan tersadar. Bahwa kita hidup berdampingan dgn makhluk-makhluk-Nya yg lain yg mesti diberikan hak secukupnya.

22. Sebagaimana asal kehidupan, #air menjadi karunia berharga dalam hidup kita. Jaga, rawat dan syukuri serta pergunakan sebagaimana mestinya

23. Bahkan Allah juga janjikan #air -air yang mengalir menghiasi taman-taman dan istana yg diberikan untuk hamba-hamba-Nya yg bertakwa.

24. Ya Allah… karuniakan pada kami #air yang Kau turunkan dari langit-Mu bermanfaatdalam kehidupan. Karuniakan rasa syukur atasnya

25. Jauhkan dari kami #air -air yang membahayakan kami karena kezhaliman yg kami lakukan atau dilakukan oleh sebagian kami.

26. Angkatlah bala’-Mu atas negeri kami. Bebaskan dari segala bahaya dan fitnah yg mendera. Karuniakan ketenangan dan keamanan sgb gantinya. Amin

Jakarta  17.01.2013
Rumah ke kantor: 3 jam, biasanya cuma 30-40 menit, Alhamdulillah ala kulli hal.

Masa Muda = Waktu yang dihisab


Oleh
Lalu Ismul Hakiki
Mahasiswa Angkatan IV Ma’had Aly An-Nu’aimy
Guru di SDIP AL Hambra


Sering kali kita jumpai dalam Al Qur’an kata  sumpah, diantaranya kata sumpah tentang waktu, dan tidaklah Allah swt  bersumpah dengan waktu, melainkan ada hal yang sangat penting terkait dengan waktu tersebut. Seperti demi masa, demi malam, demi siang dan lain sebagainya.Yang demikian itu pula mengisyaratkan kepada kita bahwa betapa penting dan berharganya waktu, karena waktu apabila tidak dimanfaatkan akan sia-sia.

Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan dalam kitabnya al jawabul kafi :,

صحبت الصوفية فلم أستفد منهم سوى حرفين أحدهما قولهم الوقت سيف فإن لم تقطعه قطعك

“Aku pernah bersama dengan orang-orang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.

Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain:
ونفسك إن أشغلتها بالحق وإلا اشتغلتك بالباطل

Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang hak (baik), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang batil (sia-sia).

Dan Rasulullah saw.bersabda :
لاَ تَزُولُ قَدَمَ عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ أَرْبَعٍ: عَنْ عُمْرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ، وَعَنْ شَبَابِهِ فِيمَا أَبْلَاهُ، وَعَنْ مَالِهِ مِنْ أَيْنَ كَسَبَهُ وَفِيمَا أَنْفَقَهُ ( رواه الترميذي ).

“Tidak akan bergeser kaki seorang hamba pada hari kiamat nanti sampai dia ditanya tentang empat perkara: (1) tentang umurnya untuk apa dia habiskan, (2) tentang masa mudanya untuk apa dia gunakan, (3) tentang hartanya dari mana dia dapatkan dan (4) untuk apa dia belanjakan.” (HR. At-Tirmidzi no. 2417, dan beliau berkata: “Hadits hasan shahih.)

Dr. Amr Khalid mengatakan dalam bukunya akhlak al mu’min : “ lihatlah bagaimana masa muda disebut secara khusus, padahal ia adalah bagian dari umur. Ternyata masa muda adalah waktu yang dihisab tersendiri “.

Masa muda adalah masa/waktu yang harus benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, karena kalau waktu luang yang dominan, maka peluang untuk bermaksiat terbuka lebar,dan pasti  dua kemungkinan yang akan terjadi pada setiap pemuda, jika tidak disibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan disibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil).

Tentunya sebagai pemuda muslim harus disibukkan dengan hal-hal yang baik. Sebab semua perintah Allah bermanfaat baginya, sedangkan semua larangan-Nya adalah bahaya.
Dan dalam kaidah fiqhiyah disebutkan bahwa : semua mudharat ( bahaya ) harus dihilangkan.

Nah, bagaimana cara menghilangkan bahaya tersebut ? hendaklah pemuda muslim bekerja atau menyibukkan diri untuk urusan agama, nusa dan bangsa ini. Agar benar benar bermanfaat di akherat kelak. Karena Rasulullah saw. Bersabda :
خير الناس أنفعهم للناس  .

Sebaik baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama ( HR. Al Bani dalam sahih al jami as shogir )

Jadi, masa muda adalah masa emas untuk melakukan perbuatan yang bermanfaat baik untuk diri sendiri maupun orang lain.

Demikian juga, pemuda harus mempelajari dan meneladani bagaimana perjuangan para pemuda pada zaman rasulullah saw. Dengan mengetahui kisah perjuangannya, dapat membangkitkan gairah pemuda untuk bekerja dan berusaha demi kejayaan ummat ini.

Sebut saja, mus’ab bin umair ra ia adalah duta Islam pertama, seorang pemuda yang sebelum masuk islam hidup penuh dengan kemewahan, namun setelah memeluk islam hidupnya berbalik 180 derajat menjadi pemuda sangat sederhana. Bahkan, ketika hendak dikafankan, tidak ada kain yang mencukupi untuk menutup jenazahnya. Keadaan itu menyebabkan Rasulullah tidak dapat menahan kesedihan hingga bercucuran air mata . Keadaannya digambarkan dengan kata-kata yang sangat masyhur:

“Apabila ditarik kainnya ke atas, bahagian kakinya terbuka. Apabila ditarik kainnya ke bawah, kepalanya terbuka. Akhirnya, kain itu digunakan untuk menutup bahagian kepalanya dan kakinya ditutup dengan daun-daun kayu”.

Dan Mus’ab bin umair adalah sosok pemuda yang patut dijadikan panutan serta teladan bagi pemuda generasi sekarang, karena masa mudanya dihabiskan untuk kejayaan islam.

Mudah mudahan kita bisa menjadi pemuda tangguh dan unggul serta produktifitas  dalam mewujudkan islam yang ramhatan lil alamin.

Wallahu a’lam bis showab.

Kultwit Cinta Rasulullah

Oleh:
Dr. Saiful Bahri, MA
Dosen Mahad Aly An-Nuaimy Jakarta


Lihat Profil:
Nama : SAIFUL BAHRI
Marital Status : Menikah, 2006
Nama Istri : Nurbaiti M. Nur
Nama anak : Nusaibah Khairatin Hisan, Fatma Ahda Sabila
Domisili: Kalibata-Jakarta Selatan
Pendidikan:
  1. TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Kudus, 1981-1983
  2. SDN Demaan II Kudus, 1983-1989
  3. MTsN I Kudus, 1989-1992
  4. Madin Mu`awanatul Muslimin Kudus, 1983-1992
  5. MAPK-MAN I Surakarta, 1992-1995
  6. S1 Universitas AL Azhar, Fak.Ushuluddin Cairo (Tafsir), 1995-1999
  7. Diploma S2 (Tafsir) Universitas Al Azhar, Cairo, 1999-2001
  8. S2 (Prog. Magister-Tafsir) Universitas Al Azhar, Cairo, Okt 2002- Jan 2007
  9. S3 (Prog. Ph. D-Tafsir) Universitas Al Azhar, Cairo, Juli 2008- Mei 2011
Aktivitas dan Pengalaman:
• Wakil Ketua Komisi Seni Budaya Islam MUI Pusat (2011-Sekarang)
• Ketua Harian Asia Pasific Community for Palestine, di Jakarta (2011-Sekarang)
• Dosen Sekolah Tinggi I’dad Muallimin An-Nuaimy, Jakarta  (2011-Sekarang)
• Penyuluh PKPU Zakat Center, Jakarta (2011-Sekarang)
• Dosen Pasca Sarjana, PTIQ Jakarta  (2011-Sekarang)
• Divisi Kajian Sharia Consulting Center (SCC) Jakarta (2012-Sekarang)
• Ketua Umum Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia (PPMI) Mesir, 2002-2003
• Pengajar Bahasa Indonesia untuk orang asing di Pusat Kebudayaan dan Informasi Indonesia (PUSKIN) Cairo (2004-2008)
• Nara sumber Kajian Pekanan Kisah-kisah al-Qur’an di Qommunity Radio, Jerman-Cairo (2007-2009)
• Ketua Orsat ICMI Kairo (2008-2010)
• Safari Dakwah dan Seminar ke beberapa negara di Eropa, Asia Tenggara, China, dan Jepang
Karya Tulis:
• Remaja dan Narkotika, Depdikbud Surakarta, November 1994 (Peringkat 5)
• Dampak Film Laga terhadap Kepribadian Remaja, Depdikbud Jawa Tengah, Januari 1995 (Peringkat 5)
• ”Daur az-Zakâh fi Tahqiq at-Takâful al-’Ijtimâ’iy” (Peran Zakat dalam Merealisasikan Solidaritas Sosial) Lomba Karya Tulis Ilmiah Pendidikan TinggiNasional 1 di Mesir, kerjasama Universitas al-Azhar dan Badan Wakaf Kuwaitpada tahun 1997 (Peringkat 7)
Publikasi:
• Antologi Cerpen ”Bulan, Matahari dan Sebelas Bintang” (Jakarta: Cakrawala,2004)
• Novel ”Jembatan Dua Cinta” (Depok: LPPH, 2004)
• Esai Kontemplatif ”Kemenangan Cinta” (Solo: Eraintermedia, 2005)
Beberapa tulisannya termuat dalam beberapa antologi, diantaranya:
• Merah di Jenin (Jakarta: FBA Press, 2002)
• Luka Telah Menyapa Cinta (Jakarta: FBA Press, 2002)
• Kado untuk Mujahid (Jakarta: Fikri Publishing, 2004)
• Matahari Tak Pernah Sendiri (Depok: LPPH, 2004)
• Wacana Islam Universal (Cairo: MISYKATI Publishing, 1998)
• Sketsa Sejarah Alam Islami (Cairo: SINAI Publishing, 1999)
• Nafas Peradaban (Cairo: ICMI, 2000)
• Diskursus Kontektualisasi Pemikiran Islam (Cairo: KSW Press, 2003)
• Memoar Aktivis (Cairo: PPMI Press, 2003)
• Laskar Syuhada (Depok: LPPH, 2008)
Training dan Pelatihan:
  1. Pelatihan Jurnalistik dan Terjemah, Fokus AL UMMAH, Cairo, 04-06 Agustus 1997
  2. Pelatihan Ekonomi Islam dalam “Perbankan Islam” kerjasama ICMI Orsat Cairo dengan Kantor Konsultasi Akuntansi dan Investasi DR.Hussein Syahata, Cairo, 07-12 November 1998
  3. Pelatihan Manajemen Waktu, Cairo:  SINAI, 1999
  4. Pelatihan Akuntansi Zakat Kontemporer kerjasama el Muntada (Forum Mahasiswa Pasca Sarjana) dengan Kantor Konsultasi Akuntansi dan Investasi DR.Hussein Syahata, Cairo, 01-05 Juni 2002
  5. Pelatihan Kepemimpinan dan Kewirausahaan, KBRI Mesir dan UNIBRAW Malang, Cairo, 10-12 Juni 2002
  6. Pelatihan Jurnalistik dan Penulisan Profesional, ICMI Orsat Cairo, 21-22 April 2002
  7. Pelatihan Ekonomi Islam, WAMY (World Assembly of Muslim Youth) Cairo Office, 5 – 9 Juli 2003.
Profil:
Profil pernah dimuat dalam:
• Majalah Annida, Juni 2002
• Harian Republika, Sabtu, 4 Mei 2002 dan Mei 2012
• Majalah Sabili, Agustus 2002
1. Menyebut namanya atau bershalawat saat namanya disebut, ditulis sepuluh kebaikan. Lantas seperti apa org-org yg menyintainya? #CintaRasul

2. Menyintainya bukan sekedar dg pengakuan,tp dibuktikan dg perilaku &tindakan, meneladaninya, junjung sunahnya,taat ajaran2nya #CintaRasul

3.Adakah yg sanggup tandingi cintanya pd umat yg slalu jd prioritas,bahkan saat ajalnya tiba.Jg ktika ia disakiti fisik&hatinya #CintaRasul

4. Saat kehormatan istrinya dipergunjingkan bak selebriti infotainment dengan tuduhan keji, meski gundah ia tetap tak mendendam #CintaRasul

5. Ketika mencari suaka dan berdakwah ke Thaif sepeninggal istri & pamannya ia disambut batu2 dr semua org, ia tak jua membenci #CintaRasul

6. Apalagi hanya dituduh gila,rakus, dukun, terobsesi & sejenisnya. Ia tak memikirkannya.Yg diinginkannya: tertunainya kebaikan #CintaRasul

7. Seluruh hidupnya bermisikan memanusiakan manusia agar mengesakan Allah dan menaatinya dalam kondisi apapun #CintaRasul

8. Para sahabatnya menyambut seruan itu,semua menyintainya & korbankan apa pun untuknya. Cinta kpdnya yg buat frustasi musuhnya #CintaRasul

9. Bahkan org yg tak pernah menjumpainya pun sanggup berkorban apapun demi kukuhkan cintanya. Keajaiban cinta #CintaRasul

10. Maka menyintainya adl anugerah mulia yg wajib disyukuri & disebarkan. Karena menyintainya adl kekuatan yg getarkan siapa sj #CintaRasul

11. Maka kini saat ia dilecehkan, sudah pasti ada gejolak kemarahan yg terus bergelombang. Bukti cinta? Entahlah, tp itu nyata #CintaRasul

12. Kita tak hendak umbar klaim, tapi dengan kembalikan kemurnian cintanya yg berwibawa niscaya kan disegani siapa saja #CintaRasul

13. Klaim cinta saja tanpa progresifitas perilaku, perbuatan dan gaya hidup yg meneladaninya maka akan tanpa makna #CintaRasul

14. Tebarkan cintanya dgn teladaninya, akan menambah energi dakwah yg sesungguhnya. Raih kemenangan dg cintanya #CintaRasul

15. Naif sekali jika baru merasakan kedahsyatan cintanya sekali setahun saja. Meski itu lebih baik daripada tidak sama sekali #CintaRasul

16.Saatnya btanya lg:Masihkah menyintainya hg saat ini?Spt apa?Melebihi siapa&apa saja?Jk tak bs jawab:Kapan mulai menyintainya #CintaRasul

17. Jika tak jua mau/ bisa menjawab: pertanyakan pernahkah mengakui keberadaannya, orang yg paling dicintai Allah & makhluk-Nya #CintaRasul

18. Tak lengkap cinta Allah tanpa menyintainya,ikuti perintahnya,jauhi larangannya, menyintai yg dicintai & benci yg dibencinya #CintaRasul

sumber: http://saifulelsaba.wordpress.com/

Ihsan dalam Bersiasah


Oleh
Lalu Ismul Hakiki
Mahasiswa Angkatan IV Ma’had Aly An-Nu’aimy
Guru di SDIP AL Hambra

Secara bahasa ihsan berarti melakukan sesuatu dengan baik, sedangkan  secara istilah ihsan berarti  menyembah Allah seolah-olah kamu melihat-Nya,tetapi jika kamu tidak melihat-Nya,maka sesungguhnya Dia melihat kamu. Artinya mengabdikan diri kepada Allah hendaklah dengan perasaan seolah-olah kita melihatnya dan jika tidak ada perasaan melihat-Nya, maka hendaklah kita merasa bahwa Allah melihat kita.

Allah swt berfirman :
اِنَ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَ الْاِحْسَانِ وَ اِيْتَائِ ذِى الْقُرْبَى......

“ Allah menyuruh untuk berbuat adil,bersikap ihsan dan memberi kepada kaum kerabat “. ( QS. An Nahl : 90 )

Ihsan harus menjadi sikap yang terpatri dalam kehidupan kita sehari-hari baik dilingkungan keluarga,masyarakat,bangsa dan negara.

Sikap ihsan ini harus dimulai dari diri sendiri kemudian baru orang lain. Karena kita adalah pemimpin dan sebagai seorang pemimpin tak bisa lepas dari masalah siasah atau politik, karena politik adalah siasat atau cara untuk mencapai tujuan tertentu.

Negara yang besar pasti terdapat pula orang-orang yang mengatur urusan rakyat dan orang yang mengatur rakyat atau Negara disebut politikus. Kalau kita perhatikan banyak politikus yang jauh dari norma,bahkan perilaku mereka jauh dari harapan kita bersama.  Oleh karena itu dibutuhkan sikap ihsan dalam berpolitik, karena ihsan dalam berpolitik hukumnya wajib. Sebagaimana sabda Rasulullah saw.
“ sesungguhnya Allah telah mewajibkan untuk berbuat ihsan terhadap segala sesuatu.Maka jika kamu menyembelih,maka sembelihlah dengan cara ihsan, dan hendaknya menajamkan pisau dan menyenangkan hewan sembelih itu “. ( HR Muslim )

Dari hadits diatas  dijelaskan bahwa kita disuruh untuk berbuat ihsan dalam segala hal, baik dalam hal kecil maupun hal besar. “Maka jika kamu menyembelih,maka sembelihlah dengan baik “. Mengapa beliau mencontohkan semacam ini saat berbicara tentang ihsan? Ketika menyembeleh burung,ketika menyembelih anak sapi, dalam hal semacam ini pun kita harus bersikap ihsan.

Demi Allah, itu contoh bagi orang yang berakal. Logiskah orang yang berlaku ihsan dalam menyembelih tidak bersikap ihsan dalam hidupnya? Sungguh sebuah contoh yang tak terpikirkan.
Mari kita perhatikan bagaimana Allah bersikap ihsan dalam segala sesuatu. Renungkan ayat berikut, Allah swt.berfirman, “ zat yang membaguskan segala ciptaan-Nya. ( QS. As Sajadah :7 ), tidak ada yang rusak,catat dan kurang dalam penciptaan-Nya.

    Sungguh akhlak ihsan ini sangat menakjubkan.Ia masuk ketempat – tempat yang tidak pernak kita bayangkan mempunyai hubungan dengannya. Kita pun merasa bahwa setiap sisi kehidupan kita memerlukan sikap ihsan.

Bagi seorang politikus harus tercermin sikap ihsan dalam mengambil kebijakan sehingga harapan masyarakat atau rakyat tercapai dalam menikmati kehidupan yang aman,adil,dan sejahtra.

Sebagai contoh bahwa perceraian adalah perkara yang sangat dibenci oleh Allah namun tetap ada ihsan dalam bercerai. Subhanallah dalam bercerai saja masih ada ihsan
Bagaimana dengan orang yang mengurus urusan rakyat atau negara? Maka sikap ihsan ini menjadi sangat wajib bagi orang tersebut.

Dan jangan sampai ada lagi politikus yang jauh dari sikap ihsan ini, karena akan merugikan masyarakat,bangsa dan Negara serta menimbulkan prilaku yang menyimpang dan akhirnya akan menyengsarakan rakyat banyak.

Ya Allah jadikan kami,orang-orang yang bersikap ihsan dalam segala hal. Wallahu a’lam bis showab.

Antara maaf dan me-maaf-kan


Oleh:
Fhandri Fariadi
Mahasiswa Mahad Aly An-Nuaimy Angkatan 5
Asal: Jawa Barat

Maaf, rasanya seringkali kata yang terdiri dari empat huruf ini digunakan; untuk awal bertanya, meminta tolong dsb. Apalagi di negeri kita Indonesia, tak ayal lagi rasanya kata ini keluar dari mulut seseorang ; “maaf, mau Tanya…” “maaf, bisa diulang”, dan masih banyak maaf-maaf yang diucapkan dalam perkataan seseorang.

Namun, sukar sekali kita dapatkan kata maaf, saat ia mulai berevolusi menjadi kata kerja berimbuhan me-kan, yang mana saat itu pula kata ini membutukan subjek yang memaafkan dan objek yang dimaafkan. Yaa, “Me-maaf-kan” . kata kerja ini menjadi terasa lebih berat dan alot bagi kebanyakan kita. Padahal, dibalik perasaan yang berat dan alot itu terdapat balasan yang baik yang nilainya jauh lebih berharga ketimbang dunia dan seisinya. 

Tentu kita masih ingat akan sebuah riwayat, saat itu Rasulullah saw. tengah duduk bersama para sahabat, beliau berkata : “akan datang beberapa saat lagi kepada kita ahli surga”. Pernyataan ini Rasulullah saw. Ulang selama tiga hari berturut-turut. Dan sudah barang tentu membuat para sahabat bertanya-tanya, amalan apakah gerangan yang membawa dia sebagai ahli surga. 

Salah seorang sahabat yakni ibnu umar pun mulai mencari tahu bagaimana gaya hidup sahabat tersebut (ahli surga). Namun ternyata, tak ada amalan lebih yang ibn umar dapatkan dari “ahli surga” itu, dia shalat sebagaimana sahabat lain shalat, bahkan tak ada amalan shalat tambahan yang dia amalkan, shalat malampun tak sering ia tunaikan, dia puasa sebagaimana para sahabat berpuasa, dia berzakat sama sebagaimana para sahabatpun berzakat. Hingga akhirnya ibnu umar pun mengetahui bahwa sahabat tersebut memeiliki amalan yang tidak diamalkan sahabat lain, ia tidak pergi untuk tidur kecuali setelah me-maaf-kan kesalahan orang lain. 

Subhanallah, sungguh mulia dan agung hati orang yang mudah memaafkan dan suka meminta maaf. Maka tak heran jika Allah swt menyematkan sifat me-maaf-kan ini dalam salah satu karakteristik orang yang bertaqwa. 

“ ……………. dan orang-orang yang menahan amarahnya dan mema'afkan (kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan”. (Q.S Ali Imran : 134)

Subhanallah, satu amalan namun berbalas berjuta kebaikan, mengapa berjuta kebaikan? Karena surga merupakan kebaikan yang tiada tara. Allahu Akbar.

Imam Ibnu Alqayim berkata : “wahai anak adam, sesungguhnya antaramu dan Allah terdapat kesalahan dan dosa yang hanya Dia (Allah) yang tahu, maka jika engkau menginginkan agar Allah mengampuninya untukmu, maka ampunilah Hamba-HambaNYa. Jika engkau ingin pula agar Allah memaafkan kesalahanmu, maka maafkanlah kesalahan hamba-hambaNYa”

“AL JAZA`U MIN JINSI AL AMAL”. 

Semoga Allah swt. menjadikan kita tergolong dalam hamba yang pintar memaafkan orang lain. Meski terasa berat namun besar balasan yang Allah akan berikan. Wallahu a’lam.

*merujuk dari kitab “Mauizhah Almuttaqin” karya : Syekh Ahmad Al Quththan dan Syekh Muhammad Azzain

Evaluasi Kerja Semester Pertama

Pada tanggal 31 Januari s.d 1 Februari 2013 telah dilaksanakan evaluasi kerja untuk semester pertama T.A. 2012-2013 Mahad Aly An-Nuaimy. Kegiatan ini dihadiri oleh jajaran yang ada di Mahad Aly An-Nuaimy dan juga Mudir Yayasan Islah Bina Umat; Syekh Ali Zaiter. Kegiatan rutin ini bermaksud mengevaluasi kinerja kerja dan membahas langkah-langkah produktif dan efisien untuk kemajuan kampus ini yang telah mencetak ratusan kader di seluruh penjuru Indonesia. 
















Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Copyright © 2011. Mahad Aly An-Nuaimy - All Rights Reserved
Template by Creating Website